Ilustrasi seorang Muslim di bulan Ramadhan yang sedang berdoa (Sumber: Pinterest)

RAMADHAN

Ramadhan Hampir Usai, Sudahkah Kita Meninggalkan Jejak Amal yang Bermakna?

Rabu 18 Mar 2026, 11:49 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalani berbagai ibadah dengan lebih intens mulai dari puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah.

Namun, ada satu pertanyaan penting yang patut direnungkan apakah Ramadhan benar-benar meninggalkan perubahan dalam diri kita, atau justru berlalu begitu saja tanpa jejak?

Berikut ini adalah tausiah dari Ady Kurniawan Al Asyrofi tentang pentingnya hakikat Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Baca Juga: Lebaran 2026 Hari Jumat atau Sabtu? Ini Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah

Tujuan Puasa: Membentuk Pribadi yang Bertakwa

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Selama sebulan kita dilatih: menahan lapar dan dahaga; menahan amarah memperbanyak ibadah mendekatkan diri kepada Allah.

Namun pertanyaannya adalah:

Apakah Ramadhan akan meninggalkan jejak dalam hidup kita? Atau justru Ramadhan pergi begitu saja tanpa perubahan dalam diri kita.

Maka, mari kita telisik lagi dengan menyelami diri di bulan Ramadhan ini.

1. Tujuan Puasa adalah Menjadi Orang Bertakwa

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat diatas memiliki makna bahwa tujuan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi membentuk pribadi yang bertakwa.

2. Ciri Ramadhan Berbekas dalam Hidup

Jika Ramadhan meninggalkan jejak, maka setelah Ramadhan: sholat tetap terjaga, Al-Qur’an tetap dibaca, sedekah tetap berjalan, dan akhlak menjadi lebih baik.

Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Contoh Nyata / kontribusi yang bermanfaat kepada masyarakat

Kita sering melihat dua keadaan setelah Ramadhan. Pertama, orang yang Ramadhannya berbekas. Selama Ramadhan ia rajin ke masjid. Dan setelah Ramadhan: semakin lebih baik shalatnya, semakin nyaman membaca Al-Qur’an, semakin baik akhlaknya.

Artinya ia meninggalkan jejak di bulan Ramadhan dalam hidupnya.

Kedua, orang yang Ramadhannya tanpa jejak (tak berbekas).

Selama Ramadhan rajin tarawih. Tetapi setelah Ramadhan: ia menjadikan shalat hanya sebagai pengingat waktu saja,

Al-Qur’an kembali tersimpan, ibadah kembali berkurang seolah-olah ibadah hanya milik Ramadhan saja.

Baca Juga: Bolehkah Awal Puasa Ikut Muhammadiyah, Tapi Lebaran Mengikuti NU? Ini Penjelasan Fikihnya

4. Renungan Hati

Bayangkan jika Ramadhan itu seperti tamu agung yang datang ke rumah kita setahun sekali. Selama sebulan ia memberi kita: rahmat, ampunan dan pahala berlipat.

Lalu ketika Ramadhan pergi, tidak ada perubahan apa pun dalam akhlak kita. Betapa ruginya kita.

Mumpung Ramadhan belum pergi, mari kita berdoa kepada Allah: Semoga Ramadhan tahun ini tidak berlalu tanpa jejak dalam diri kita. Semoga setelah Ramadhan kita menjadi:

1. lebih baik sholatnya

2. lebih dekat dengan Al-Qur’an

3. lebih lembut hatinya

4. lebih baik akhlaknya

5. Lebih semangat menuntut ilmu

Karena Ramadhan yang sukses bukan hanya yang ramai ibadahnya saat Ramadhan, bukan hanya yang membaca Al Qur'an dengan cepat karena terpaku target. Akan tetapi yang tetap istiqamah setelah Ramadhan. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tags:
istiqamah dalam ibadahhikmah puasa Ramadhanmenjaga ibadah setelah Ramadhantujuan puasa dalam Islammakna puasa RamadhanRamadhan berbekas dalam hidup

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor