POSKOTACOID - Jagat media sosial sebelumnya dihebohkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret seorang pendakwah kondang yang disebut ustadz inisial SAM.
Mencuatnya kasus ini membuat publik mulai berspekulasi mengenai sosok ustadz yang dimaksud hingga munculah nama Syekh Ahmad Al Misry.
Dugaan ini muncul setelah netizen mencocokkan beberapa ciri terduga pelaku yang sempat diungkap pengacara korban.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Inisial SAM Viral, Ustadz Solmed Beri Klarifikasi Tegas Inisial Namanya SMM
Ustadz SAM yang dilaporkan ke Bareskrim Polri diketahui kerap menjadi program tahfiz Al-Quran dan beberapa program lain di stasiun televisi swasta.
"Seorang tokoh agama, iya (ustadz ternama), iya (sering di TV)," kata tim kuasa hukum korban, Beny Jehadu, seperti dikutip dari kanal YouTube Seleb On Cam.
Dari ciri-ciri tersebut, sejumlah netizen kemudian menyebut jika sosok yang dimaksud adalah Syek Ahmad Al Misry.
"Gw spill in namanya Syekhh A h m a d Al-misri," kata seorang pengguna warganet yang berkomentar di akun Instagram @lets.talkandenjoy.
Warganet pun berbondong-bondong langsung menyerbu sejumlah unggahan di akun Instagram Syekh Ahmad Al Misry dengan beragam komentar.
"Ini gak sih yang disebut SAM dan mantan juri tahfiz Quran?" tanya salah satu netizen di unggahan Syekh Ahmad Al Misry.
Meski namanya kini disebut dan disangkutpautkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang sedang ramai diperbincangkan, Syekh Ahmad Al Misry hingga kini masih belum memberikan klarifikasi apapun.
Respon Syekh Ahmad Al Misry

Walaupun belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang saat ini beredar liar di tengah masyarakat, akan tetapi Syekh Ahmad Al Misry mengunggah beberapa postingan yang dinilai sebagai respon atas sederet tudingan terhadapnya.
Meski postingan yang diunggah bukanlah klarifikasi langsung, namun ia menuliskan kalimat menohok untuk warganet yang menyeret namanya tanpa bukti jelas.
Dalam sebuah unggahan, Syekh Ahmad Al Misry menulis bahwa ada banyak orang yang berpuasa, namun malah memakan bangkai saudaranya.
"Dibilang lagi puasa, tapi pada makan bangkai saudaranya," tulis Syekh Ahmad Al Misry.
Dalam Islam, istilah memakan bangkai saudaranya diberikan kepada seseorang yang gemar berghibah atau membicarakan orang lain.
Selain itu, dalam unggahan lain, Syekh Ahmad Al Misry juga menulis bahwa keadilan akan ditegakkan di akhirat kelak.
"Besok di mahkamah Allah kita berjumpa, dan di sanalah keadilan akan ditegakkan," tulisnya.
Sampai saat ini, Bareskrim Polri juga masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai sosok ustadz SAM yang dilaporkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis.