POSKOTA.CO.ID - Kasus penyiraman cairan kimia yang diduga air keras terhadap aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menyita perhatian publik hingga Sabtu, 14 Maret 2026.
Peristiwa itu sendiri terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026, dan kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Menurut hasil penelusuran awal dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi, pelaku diduga berjumlah dua orang yang datang menggunakan sepeda motor.
Kedua pelaku tersebut terlihat berboncengan. Salah satu pelaku yang berada di posisi belakang diduga menjadi orang yang menyiramkan cairan kimia ke arah korban.
Serangan tersebut terjadi secara cepat sebelum pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Setelah kejadian, Andrie Yunus sempat menuju rumah kontrakannya di kawasan Menteng melalui jalan belakang.
Tidak lama kemudian, ia dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.
Di rumah sakit tersebut, Andrie langsung mendapat perawatan intensif dari tim dokter yang terdiri dari berbagai spesialisasi.
Penanganan medis dilakukan oleh enam dokter dari bidang yang berbeda, mulai dari dokter mata, THT, saraf, tulang, thoraks, penyakit dalam, hingga dokter spesialis kulit.
Berdasarkan diagnosis awal dari tim medis, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya akibat cairan kimia yang disiramkan oleh pelaku.
Lantas, siapa sebenarnya dua pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus? Berikut petunjuk awal yang berhasil ditemukan dari rekaman CCTV.
Siapa Sosok Dua Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus?
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik aksi penyerangan tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini dilakukan menggunakan metode scientific investigation atau investigasi ilmiah.
Metode tersebut dilakukan secara sistematis dengan mengumpulkan berbagai bukti, menganalisis data yang tersedia, serta menguji berbagai kemungkinan untuk mengungkap fakta dalam suatu peristiwa kriminal.
Sementara itu, Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan bahwa terdapat seorang pria yang muncul tidak lama setelah insiden penyiraman terjadi.
Baca Juga: Viral Curanmor di Depok, Dua Motor Raib dalam Semalam Terekam CCTV
Menurut Dimas, pria tersebut sempat mendekati korban dan menanyakan identitas Andrie Yunus.
“Andrie membantu kami menceritakan bahwa ketika terjadi penyerangan air keras, ia menjatuhkan diri dan ada warga yang menolong,” ujar Dimas saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Dimas menambahkan, pria yang mendekati korban tersebut memiliki ciri fisik dengan kepala agak plontos. Ia juga sempat menanyakan apakah Andrie berasal dari KontraS atau LBH.
“Ini dari KontraS ya, ini dari LBH ya?” ujar pria tersebut kepada korban, sebagaimana disampaikan Dimas.