Skenario Keberangkatan Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah: Rute Penerbangan Dialihkan hingga Opsi Pembatalan

Kamis 12 Mar 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi. Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan skenario darurat untuk haji 2026 di tengah perang Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan dan opsi pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia. (Sumber: Istimewa)

Ilustrasi. Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan skenario darurat untuk haji 2026 di tengah perang Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan dan opsi pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia. (Sumber: Istimewa)

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Minta Jamaah Umrah Tunda Keberangkatan dan Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Opsi Kedua: Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji

Selain pengalihan rute penerbangan, pemerintah juga menyiapkan skenario kedua yang lebih ekstrem, yakni kemungkinan pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia.

Skenario ini dapat diambil apabila pemerintah Arab Saudi tetap membuka penyelenggaraan ibadah haji, tetapi kondisi keamanan di kawasan dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan jemaah haji Indonesia.

Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan negosiasi tingkat tinggi agar biaya tersebut bisa digunakan kembali pada penyelenggaraan haji tahun 2027 tanpa dikenakan penalti. "Dan ini berbagai kemungkinan termasuk kemungkinan penolakan juga ada saja sehingga kami juga selalu mengantisipasinya," ucap dia.

Baca Juga: Lapangan Padel di Jalan Haji Nawi Jaksel Disegel karena Bising dan Tak Berizin

Haji 2026 Berpotensi Digelar dalam Situasi Darurat

Dengan situasi konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, penyelenggaraan haji 2026 berpotensi berlangsung dalam kondisi darurat.

Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut sekaligus menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar keselamatan jemaah haji Indonesia tetap menjadi prioritas utama.


Berita Terkait


News Update