Opsi Kedua: Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji
Selain pengalihan rute penerbangan, pemerintah juga menyiapkan skenario kedua yang lebih ekstrem, yakni kemungkinan pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia.
Skenario ini dapat diambil apabila pemerintah Arab Saudi tetap membuka penyelenggaraan ibadah haji, tetapi kondisi keamanan di kawasan dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan jemaah haji Indonesia.
Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan negosiasi tingkat tinggi agar biaya tersebut bisa digunakan kembali pada penyelenggaraan haji tahun 2027 tanpa dikenakan penalti. "Dan ini berbagai kemungkinan termasuk kemungkinan penolakan juga ada saja sehingga kami juga selalu mengantisipasinya," ucap dia.
Baca Juga: Lapangan Padel di Jalan Haji Nawi Jaksel Disegel karena Bising dan Tak Berizin
Haji 2026 Berpotensi Digelar dalam Situasi Darurat
Dengan situasi konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, penyelenggaraan haji 2026 berpotensi berlangsung dalam kondisi darurat.
Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut sekaligus menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar keselamatan jemaah haji Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
