Meski dilengkapi fitur AI dan software pintar, beberapa di antaranya masih terbatas pada bahasa tertentu atau aplikasi tertentu. Misalnya, integrasi aplikasi lokal atau bahasa Indonesia belum optimal.
4. Material Rentan Penyok
Penggantian material menjadi aluminium membuat perangkat lebih ringan, tetapi ada catatan bahwa material ini lebih mudah penyok atau baret dibandingkan material titanium pada seri sebelumnya.
Dalam hal ini, pengguna perlu ekstra hati-hati saat penggunaan sehari-hari Samsung Galaxy S26 Ultra.
5. Perlu Penyesuaian untuk Fitur Tambahan
Beberapa fitur tambahan, seperti aplikasi kamera tambahan, memerlukan pengunduhan dan konfigurasi manual.
Hal ini bisa merepotkan pengguna baru yang menginginkan pengalaman plug-and-play.
Menurut ulasan, pengalaman seminggu menggunakan Galaxy S26 Ultra terasa mix antara perbaikan, inovasi, dan beberapa catatan minor, seperti kapasitas baterai yang masih standar.
Privacy Display dan peningkatan kamera menjadi nilai plus, sementara fitur AI membuka potensi penggunaan sehari-hari yang lebih cerdas.
Bagi pengguna yang mengutamakan fotografi, privasi layar, dan fitur AI, Galaxy S26 Ultra layak dipertimbangkan.
Namun, bagi power user yang membutuhkan baterai ekstra tahan lama, mungkin perlu pertimbangan lebih.
