Pendidikan Abu Janda Disorot usai Debat Panas di Talkshow, Ini Perbandingannya dengan Ikrar Nusa Bhakti

Kamis 12 Mar 2026, 12:13 WIB
Debat panas di talkshow Rakyat Bersuara membuat pendidikan Abu Janda jadi sorotan, simak profil Permadi Arya. (Sumber: Instagram/@permadiaktivis2)

Debat panas di talkshow Rakyat Bersuara membuat pendidikan Abu Janda jadi sorotan, simak profil Permadi Arya. (Sumber: Instagram/@permadiaktivis2)

POSKOTA.CO.ID - Perdebatan panas dalam program talkshow televisi kembali menjadi sorotan publik setelah melibatkan influencer kontroversial, Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda. Insiden tersebut terjadi dalam program Telvisi 'Rakyat Bersuara' dan langsung memicu perbincangan luas di media sosial.

Peristiwa itu berlangsung pada Selasa malam, 10 Maret 2026, ketika diskusi mengenai sejarah diplomasi kemerdekaan Indonesia serta hubungan Indonesia dengan Palestina berubah menjadi debat panas. Situasi di studio memanas hingga akhirnya moderator menghentikan jalannya diskusi.

Ketegangan memuncak setelah Abu Janda terlibat perdebatan dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari serta mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti. Insiden tersebut bahkan berujung pada permintaan moderator agar Abu Janda meninggalkan studio.

Baca Juga: Orang Tua Cindy Rizap Siapa? Selebgram Diduga Selingkuhan Suami Maissy Ternyata Anak Pemilik Rumah Sakit dan Klinik

Kronologi Abu Janda Diusir dari Talkshow

Insiden itu terjadi dalam siaran langsung program 'Rakyat Bersuara' yang dipandu jurnalis senior Aiman Witjaksono. Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membahas isu geopolitik dan sejarah diplomasi Indonesia.

Beberapa tokoh yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain aktivis pro-Palestina Muhammad Husein, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ulta Levenia, pakar hukum tata negara Feri Amsari, ekonom Ferry Latuhihin, mantan dubes Ikrar Nusa Bhakti, serta pengamat politik Boni Hargens.

Perdebatan mulai memanas ketika Abu Janda menyatakan bahwa pengakuan Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia merupakan hoaks. Pernyataan itu langsung mendapat bantahan dari narasumber lain yang menyampaikan berbagai data sejarah mengenai hubungan kedua negara.

Situasi semakin tidak kondusif setelah Abu Janda beberapa kali memotong pembicaraan narasumber lain. Ketegangan mencapai puncaknya ketika ia melontarkan kata-kata kasar kepada peserta diskusi.

“Gua enggak ada urusan sama perasaan lo, anj**g,” ujar Abu Janda dengan nada tinggi.

Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras di studio. Moderator pun menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan dalam forum diskusi publik, terlebih dalam siaran langsung.

“Enggak boleh, enggak boleh. Kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar… keluar!” ujar Aiman Witjaksono sebelum akhirnya meminta Abu Janda meninggalkan studio.

Pendidikan dan Karier Ikrar Nusa Bhakti

Profesor Ikrar Nusa Bhakti yang sedang viral di media sosial. (Sumber: X/@tijabar)

Sementara itu, Ikrar Nusa Bhakti dikenal sebagai akademisi dan peneliti senior di bidang politik dan hubungan internasional. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 1983.

Ikrar kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Griffith University, Australia, dengan fokus pada sejarah politik Asia modern. Ia meraih gelar doktor pada 1992 setelah menyelesaikan studi di School of Modern Asian Studies.

Karier akademiknya berkembang di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia hingga mencapai posisi Profesor Riset di bidang politik. Selain sebagai akademisi, ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia pada periode 2017 hingga 2021.

Profil dan Pendidikan Abu Janda

Tokoh yang menjadi sorotan dalam insiden tersebut adalah Permadi Arya alias Abu Janda. Ia dikenal sebagai influencer yang kerap mengomentari isu sosial dan politik di media sosial.

Abu Janda memiliki nama asli Heddy Setya Permadi. Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973.

Berdasarkan riwayat pendidikannya, Abu Janda pernah menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School di Singapura pada 1997.

Dua tahun kemudian, ia melanjutkan studi sarjana di bidang Business and Finance di University of Wolverhampton, Inggris, dan menyelesaikannya pada 1999.

Sebelum dikenal luas sebagai pegiat media sosial, Abu Janda sempat berkarier di berbagai sektor industri. Ia pernah bekerja di perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga industri tambang batu bara selama lebih dari satu dekade.

Namanya mulai dikenal publik ketika aktif sebagai influencer yang terlibat dalam tim pendukung Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.

Viralnya insiden tersebut membuat publik ramai membandingkan latar belakang pendidikan para narasumber yang terlibat dalam diskusi. Banyak warganet menilai adanya perbedaan signifikan antara pengalaman akademik para pakar dengan latar belakang Abu Janda.


Berita Terkait


News Update