Panduan Lengkap Beli Emas dan Perak di Indonesia 2026, Sangat Mudah

Kamis 12 Mar 2026, 21:10 WIB
Berikut panduan membeli emas dan perak sebagai instrumen penjaga nilai mata uang jangka panjag. (Sumber: Pixabay/hamiltonleen)

Berikut panduan membeli emas dan perak sebagai instrumen penjaga nilai mata uang jangka panjag. (Sumber: Pixabay/hamiltonleen)

Salah satu contoh produk tersebut adalah SLVON, yaitu ETF perak yang telah di tokenisasi. Dilansir dari Pintu, SLVON memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap ETF perak dengan cara yang lebih fleksibel karena asetnya tersedia dalam bentuk token digital.

Cara kerja SLVON cukup menarik. Token ini merepresentasikan kepemilikan atas ETF perak yang mendasarinya. Dengan demikian, pergerakan harga token akan mengikuti harga ETF perak di pasar global.

Melalui mekanisme ini, investor dapat mengakses pasar perak dengan cara yang lebih modern tanpa harus membuka akun di bursa internasional secara langsung.

Keuntungan Investasi Emas dan Perak Digital

Investasi logam mulia dalam bentuk digital menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan metode konvensional.

  1. Akses Lebih Mudah

Investor dapat membeli emas atau perak hanya melalui aplikasi di smartphone tanpa harus pergi ke toko fisik.

  1. Modal Lebih Fleksibel

Jika emas fisik biasanya dijual dalam gram tertentu, aset digital memungkinkan pembelian dengan nominal yang jauh lebih kecil.

  1. Likuiditas Tinggi

Aset emas crypto atau ETF perak tertokenisasi dapat diperjualbelikan kapan saja sehingga investor lebih mudah mencairkan investasinya.

  1. Diversifikasi Portofolio

Investor dapat menggabungkan berbagai aset seperti crypto, emas crypto, dan ETF perak tertokenisasi dalam satu portofolio investasi.

Tips Aman Beli Emas dan Perak

Agar investasi logam mulia tetap aman dan menguntungkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Pilih Platform Terpercaya

Pastikan membeli emas atau perak melalui platform yang memiliki reputasi baik serta sistem keamanan yang kuat.

  1. Pelajari Instrumen Investasi

Setiap instrumen memiliki karakteristik berbeda. Oleh karena itu, penting memahami cara kerja emas fisik, emas digital, maupun ETF tertokenisasi.

  1. Diversifikasi Portofolio

Jangan hanya berinvestasi pada satu jenis aset. Menggabungkan emas, perak, dan crypto dapat membantu mengurangi risiko investasi.

  1. Pantau Perkembangan Pasar

Berita Terkait


News Update