Berdoa menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Salah satu doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA adalah:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.
Buya Yahya sering menekankan doa ini karena memiliki makna mendalam sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT.
- Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Selain shalat dan doa, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak dzikir sepanjang malam. Dzikir dapat berupa istighfar, tasbih, tahmid, takbir, serta membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Adzan Magrib Langsung Hubungan Suami Istri, Sahkah untuk Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya
Amalan ini bisa dilakukan kapan saja selama malam berlangsung, baik setelah shalat maupun di sela-sela ibadah lainnya.
- I’tikaf di Masjid
Bagi yang mampu, melakukan i’tikaf di masjid menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
I’tikaf membantu seseorang untuk lebih fokus beribadah, menjauh dari kesibukan dunia, serta memperbanyak doa dan dzikir dalam suasana yang lebih khusyuk.
- Bersedekah
Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya bersedekah pada malam-malam terakhir Ramadan. Amal kebaikan yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan lebih baik dari amalan selama seribu bulan.
Sedekah dapat diberikan dalam berbagai bentuk, seperti membantu sesama, memberikan makanan, atau menyantuni mereka yang membutuhkan.
- Taubat dengan Sungguh-Sungguh
Malam Lailatul Qadar juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak taubat. Umat Muslim dianjurkan menyesali kesalahan yang pernah dilakukan, bertekad memperbaiki diri, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
