POSKOTA.CO.ID - Malam Lailatul Qadar selalu menjadi momen istimewa yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.
Disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, malam ini menghadirkan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih pahala berlipat ganda.
Tidak heran jika banyak kaum Muslimin memaksimalkan ibadah, baik melalui shalat, doa, maupun amal kebaikan, terutama di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Dilansir dari laman Baznas, malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sendiri memiliki potensi besar menjadi Lailatul Qadar.
Oleh karena itu, fokus dan kesungguhan dalam beribadah menjadi kunci agar kesempatan spiritual ini tidak terlewat begitu saja.
Salah satu dai kondang di Indonesia, Ustadz Adi Hidayat, menekankan pentingnya memahami dan memanfaatkan malam Lailatul Qadar secara maksimal.
Lantas, apa saja amalan yang dianjurkan saat Malam Lailatul Qadar? Berikut penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat.
Baca Juga: Doa Buka Puasa Dibaca Sebelum atau Sesudah Magrib? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat
Amalan Saat Malam Lailatul Qadar
Ustadz Adi Hidayat memberikan sejumlah tips yang bisa dijadikan pedoman bagi siapa saja untuk memaksimalkan ibadahnya pada malam istimewa ini, seperti dikutip dari kanal YouTube Adyni Channel, pada Kamis, 12 Maret 2026.
1. Memperbanyak Shalat Malam atau Tahajud
Shalat malam, khususnya tahajud, menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar.
Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa shalat tahajud tidak hanya mendekatkan hamba kepada Allah, tetapi juga membuka pintu rezeki dan kemudahan hidup.
Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan shalat dengan khusyuk, memperbanyak rakaat, dan membaca doa-doa dari hati.
Praktik ini tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menenangkan hati dan pikiran, sehingga seseorang bisa lebih fokus dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
2. Membaca dan Menghafal Al-Qur’an
Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang sebaiknya dijadikan amalan utama pada malam Lailatul Qadar.
Ustadz Adi Hidayat menyarankan, agar umat Islam memperbanyak membaca,
mengulang hafalan, dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an.
Dengan membaca Al-Qur’an, setiap muslim akan mendapatkan ketenangan batin sekaligus pahala berlipat ganda.
Lebih lanjut, penghafal Al-Qur’an yang istiqomah akan diridhai Allah dan selalu mendapatkan perlindungan malaikat, sehingga hati dan pikiran lebih tenang.
Baca Juga: Anak Harus Puasa Sejak Umur Berapa? Ustadz Adi Hidayat Ungkap Batas Idealnya
3. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Malam Lailatul Qadar adalah saat yang tepat untuk memohon ampunan dan keberkahan.
Ustadz Adi Hidayat menekankan, pentingnya memperbanyak doa, istighfar, dan memohon kebaikan dunia serta akhirat.
Doa pada malam ini memiliki keutamaan khusus karena malaikat turun untuk mengaminkan setiap permohonan hamba yang tulus.
Mengulang kalimat istighfar, seperti “Astaghfirullah” secara konsisten, diyakini bisa membersihkan hati dari dosa dan menghadirkan ketenangan spiritual.
4. Bersedekah dan Membantu Sesama
Selain ibadah pribadi, amal sosial juga dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Memberikan sedekah atau membantu orang yang membutuhkan menjadi sarana untuk menambah pahala dan menguatkan hubungan dengan Allah serta sesama manusia.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sedekah pada malam ini pahalanya akan berlipat ganda, sama seperti ibadah lain, dan bisa menjadi penghapus dosa serta penyebab rezeki melimpah. Bahkan kontribusi sekecil apapun akan bernilai besar di sisi Allah.
5. Memperbanyak Zikir dan Munajat
Selain shalat dan doa, zikir atau mengingat Allah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Mengucapkan kalimat-kalimat pujian, memuji kebesaran Allah, dan menenangkan hati melalui munajat menjadi praktik yang mendekatkan hamba kepada Sang Pencipta.
Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya fokus dan khusyuk saat berdzikir, karena energi spiritual yang tercipta akan memperkuat iman serta menghadirkan ketenangan yang mendalam.
Dengan istiqomah menjalankan amalan-amalan yang dianjurkan saat Malam Lailatul Qadar, setiap Muslim tidak hanya mendapatkan keberkahan dunia, tetapi juga persiapan spiritual untuk akhirat.