TAMAN SARI, POSKOTA.CO.ID - Hujan yang turun membasahi bumi tak menyurutkan Dewi, wanita yang paruh baya ini untuk tetap mencari cuan. Ia merupakan satu dari sekian penyedia jasa tukar uang baru yang marak menjelang lebaran di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat.
Dengan membawa ransel besar beserta perlengkapan lainnya, Dewi terlihat mangkal di trotoar yang berada di kawasan Kota Tua, Selasa 10 Maret 2026 siang.
Ketika hujan turun, Dewi terlihat langsung mengeluarkan payung serta memakai jas hujan. Ia terlihat tenang meskipun hujan deras mengguyur sembari menutupi tumpukan uang baru dengan menggunakan plastik seadanya.
"Kalau saya cuma musiman aja sih, kalau mau lebaran begini. Ini ada bos-nya lagi, ini saya ngambil uang barunya ya ada bos-nya lagi, dari bos," kata Dewi.
Baca Juga: Banjir Jakarta Barat Dipastikan Surut Total, Wali Kota: Warga Sudah Kembali ke Rumah
Menjelang lebaran, penuakaran uang baru diakuinya terus mengalami peningkatan. Dalam sehari, bisa sampai puluhan orang menukar uang baru.
"Sehari ada puluhan orang (yang tukar uang), apalagi menjelang lebaran ini ya makin meningkatlah," tuturnya.
Menjadi penukar uang musiman, kata Dewi, bukanlah pekerjaan yang mudah. Ia menyebut pekerjaan ini mempunyai risiko yang besar. Jika tidak berhati-hati, uang baru yang dia bawa bisa dengan mudah dibawa kabur orang dengan modus menukar uang.
"Makanya kalau ada yang mau nukar harus hati-hati. Motornya harus dimatiin dulu, jangan posisi nyala, terus juga jangan kasih uangnya dulu sebelum ditransfer," ungkapnya.
"Karena dulu teman saya pernah dibawa kabur Rp2 juta, itu posisi motornya masih nyala, terus sama teman saya uangnya udah dikasih duluan," tambah Dewi.
Baca Juga: Modus Gembos Ban dan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Cinere Depok, Tas Berisi Dokumen Penting Dicuri
Dewi sendiri biasanya memberikan bunga sebesar 12 persen kepada konsumen atau pelanggannya. Jika konsumen atau pelanggan ingin menukar uang baru misalnya Rp500 ribu dengan pecahan Rp5 ribu, maka harus menstransfer sejumlah Rp560 ribu.
"Nah belakangan udah mulai banyak yang nawar bunganya 10 persen aja, cuma kalau saya belum saya kasih," ungkapnya.
Rohman, 38 tahun, warga Tambora sengaja datang bersama anaknya untuk menukar uang baru senilai Rp1 juta dengan pecahan Rp10 ribu dan Rp5 ribu.
"Ya setiap tahun tukar uangnya di sini, walaupun bunganya besar tapi enggak apa-apa, momen juga kan setahun sekali pas lebaran," ucap dia.
Baca Juga: Semua Korban Longsor Bantargebang Ditemukan, SAR Dihentikan
Rohman berujar, uang baru yang dia tukar itu akan digunakan untuk dibagi-bagi ke anak, sanak saudara, hingga keponakan saat lebaran nanti.
"Buat THR anak, buat saudara-saudara, buat keponakan nanti pas lebaran. Ya bagi-bagi rejeki pas lebaran ke anak-anak aja sih," ujarnya. (pan)