POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Di antara malam-malam pada bulan suci ini, terdapat satu malam yang memiliki keutamaan luar biasa, yakni malam Lailatul Qadar.
Malam ini dikenal sebagai malam penuh kemuliaan dan keberkahan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Karena kemuliaannya tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah demi meraih malam istimewa ini. Meski waktu pastinya tidak diketahui, Al-Qur’an dan hadis memberikan sejumlah petunjuk yang bisa menjadi tanda datangnya malam Lailatul Qadar.
Berikut penjelasan mengenai keutamaan, ciri-ciri, serta amalan yang dapat dilakukan untuk meraih malam penuh keberkahan tersebut.
Baca Juga: Apakah Hari Ini Malam Lailatul Qadar? Simak Penjelasan dan Ciri-cirinya
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara jelas dalam Surah Al-Qadr. Dalam surah tersebut disebutkan bahwa malam ini memiliki nilai ibadah yang sangat besar bagi umat Islam.
Salah satu ayatnya berbunyi: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki pahala yang sangat besar. Amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut dapat bernilai seperti ibadah selama puluhan tahun.
Selain itu, Al-Qur’an juga menyebutkan bahwa pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan ketetapan dari Allah SWT.
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)
Malam Lailatul Qadar juga digambarkan sebagai malam yang penuh kedamaian hingga terbitnya fajar.
Baca Juga: Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Amalkan di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
Walaupun waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar dirahasiakan, Rasulullah SAW memberikan beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk datangnya malam penuh kemuliaan tersebut.
Terjadi pada Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam ganjil. Karena tidak diketahui secara pasti malam mana yang menjadi Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan.
Langit Terlihat Cerah
Ciri lainnya adalah kondisi langit yang tampak cerah dan bersih. Langit biasanya terlihat jernih tanpa awan tebal sehingga suasana malam terasa nyaman bagi orang yang ingin beribadah.
Suasana Alam Terasa Hening
Banyak orang juga merasakan suasana malam yang lebih hening dibandingkan malam biasanya. Suara-suara alam yang biasanya terdengar di malam hari cenderung lebih sedikit sehingga menciptakan suasana yang lebih tenang.
Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Salah satu tanda yang sering disebut dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar. Dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan bahwa matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak terlalu menyilaukan. Matahari tampak lebih redup dan sinarnya tidak terasa menyengat seperti biasanya.
Baca Juga: Panduan I’tikaf di Masjid pada 10 Malam Terakhir Ramadhan, Lengkap dengan Rukun dan Adabnya
Cara Meraih Malam Lailatul Qadar
Karena waktu terjadinya malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, Rasulullah SAW mencontohkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar adalah:
- “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”
- Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah. Bahkan beliau membangunkan keluarganya agar ikut memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk tidak hanya menunggu tanda-tandanya, tetapi juga memperbanyak ibadah dan amal kebaikan sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.