Ilustrasi perawatan kulit saat puasa Ramadhan. Perubahan pola makan dan hidrasi dapat memengaruhi kondisi kulit sehingga membutuhkan perawatan yang tepat agar tetap sehat dan glowing. (Sumber: alodokter)

RAMADHAN

5 Kesalahan Perawatan Kulit Saat Puasa Ramadhan yang Bisa Membuat Wajah Kusam

Selasa 10 Mar 2026, 18:35 WIB

POSKOTA.CO.ID - Puasa Ramadhan tidak hanya memengaruhi pola makan dan tidur, tetapi juga berdampak pada kondisi kulit. Perubahan jam makan serta berkurangnya asupan cairan pada siang hari dapat membuat kulit lebih rentan mengalami dehidrasi. Akibatnya, banyak orang mengalami kulit kering, kusam, hingga bibir pecah-pecah selama menjalani ibadah puasa.

Kondisi tersebut sebenarnya cukup umum terjadi. Namun, kesalahan dalam melakukan perawatan kulit justru dapat memperparah masalah tersebut. Oleh karena itu, memahami cara merawat kulit yang tepat selama bulan puasa menjadi hal penting agar kesehatan kulit tetap terjaga.

Dokter kulit dari Burjeel Medical City di Abu Dhabi, Malaz Eldirdiry, menjelaskan bahwa dehidrasi selama puasa dapat berdampak langsung pada kondisi kulit.

“Dehidrasi dapat menyebabkan kekeringan dan kekusaman, dan dapat memperburuk kondisi seperti eksim atau kulit sensitif,” ujar Eldirdiry seperti dikutip dari Khaleej Times Selasa, 10 Maret 2026.

Berikut sejumlah kesalahan perawatan kulit yang sebaiknya dihindari selama puasa Ramadhan agar kulit tetap sehat dan terlihat glowing.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa di Jakarta dan Sekitarnya Selasa 10 Maret 2026, Adzan Magrib Berkumandang Jam Berapa?

Dampak Puasa terhadap Kondisi Kulit

Selama Ramadhan, tubuh mengalami perubahan ritme biologis. Waktu makan yang hanya terbatas pada sahur dan berbuka membuat tubuh memiliki periode lebih panjang tanpa asupan cairan.

Kondisi ini sering memicu beberapa perubahan pada kulit, seperti:

Selain faktor hidrasi, perubahan pola tidur juga turut berpengaruh terhadap regenerasi sel kulit. Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, kondisi tersebut bisa membuat kulit terlihat kurang segar.

1. Terlalu Sering Mencuci Wajah

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat puasa adalah mencuci wajah terlalu sering. Banyak orang melakukannya untuk menghilangkan rasa kantuk atau membuat wajah terasa lebih segar di siang hari. Namun, kebiasaan ini justru dapat merusak lapisan pelindung alami kulit.

Membersihkan wajah terlalu sering atau menggunakan sabun yang keras dapat merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan peningkatan kekeringan, iritasi, dan bahkan peningkatan produksi minyak berlebih.

Idealnya, wajah cukup dibersihkan dua kali sehari, yakni pada pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur. Gunakan pembersih wajah yang lembut agar kelembapan alami kulit tetap terjaga.

2. Menambah Frekuensi Eksfoliasi

Eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel kulit mati dan menjaga kulit tetap cerah. Namun, melakukan eksfoliasi terlalu sering selama Ramadhan dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit.

Beberapa orang justru menambah frekuensi eksfoliasi menjelang Idulfitri dengan harapan kulit terlihat lebih cerah dan halus.

Padahal, penggunaan scrub, bahan peeling, atau asam eksfoliasi secara berlebihan dapat melemahkan lapisan pelindung kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif, kemerahan, bahkan berpotensi mengalami pigmentasi.

Untuk menjaga kesehatan kulit, lakukan eksfoliasi secukupnya sesuai kebutuhan kulit dan hindari penggunaan produk yang terlalu keras.

3. Menggunakan Bahan Aktif yang Terlalu Kuat

Selama puasa, kulit cenderung lebih sensitif akibat kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi ringan. Karena itu, penggunaan bahan aktif yang kuat perlu diperhatikan.

Beberapa bahan aktif yang sebaiknya digunakan dengan lebih hati-hati antara lain:

Bukan berarti bahan-bahan tersebut harus dihentikan sepenuhnya. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Berikan jeda penggunaan dan perhatikan apakah kulit menunjukkan tanda iritasi atau sensitivitas.

4. Mengabaikan Hidrasi dan Perlindungan Lapisan Kulit

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencoba mengatasi kulit kering dengan perawatan yang terlalu agresif. Padahal, yang paling dibutuhkan kulit selama puasa adalah hidrasi dan perlindungan lapisan pelindungnya.

Menurut Eldirdiry, perawatan kulit selama Ramadhan sebaiknya difokuskan pada menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier.

Beberapa langkah perawatan yang disarankan antara lain:

Baca Juga: 30 Ucapan Idul Fitri 2026 untuk Keluarga hingga Rekan Kerja, Bermakna dan Menyentuh Hati

5. Menjadwalkan Perawatan Kulit di Waktu yang Tidak Tepat

Melakukan treatment wajah selama Ramadhan sebenarnya tidak menjadi masalah. Namun, waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan.

Beberapa prosedur perawatan kulit yang cukup intens, seperti laser atau peeling, bisa terasa lebih tidak nyaman jika dilakukan saat tubuh sedang dehidrasi.

Sebaiknya jadwalkan perawatan kulit dua hingga tiga jam setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah mendapatkan asupan cairan dan nutrisi.

Treatment yang bersifat menghidrasi dan lembut biasanya lebih aman dilakukan selama Ramadhan dibandingkan prosedur yang terlalu agresif.

Menjaga Kulit Tetap Sehat Selama Puasa

Perubahan kondisi kulit selama Ramadhan merupakan hal yang wajar. Namun, dengan perawatan yang tepat, kulit tetap dapat terlihat sehat dan bercahaya sepanjang bulan puasa.

Kunci utama perawatan kulit selama Ramadhan adalah menjaga hidrasi tubuh, memilih produk yang lembut, serta menghindari perawatan yang terlalu agresif.

Selain itu, memastikan asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka juga menjadi faktor penting untuk membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam.

Dengan perawatan yang tepat, puasa Ramadhan tetap dapat dijalani tanpa mengorbankan kesehatan dan penampilan kulit.

Tags:
kesalahan skincare saat puasacara menjaga kulit tetap glowing saat puasatips skincare Ramadhankulit kering saat puasaskincare saat Ramadhanperawatan kulit saat puasa

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor