Ilustrasi. Waktu tidur yang dianjurkan dan tidak dianjurkan dalam Islam. (Sumber: Pexels/Polina ⠀)

RAMADHAN

Jangan Sembarangan! Ini Waktu Tidur yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan dalam Islam

Senin 09 Mar 2026, 17:51 WIB

POSKOTA.CO.ID - Tidur bukan sekadar kebutuhan biologis untuk memulihkan tenaga.

Dalam ajaran Islam, aktivitas ini juga memiliki adab serta waktu yang dianjurkan maupun yang sebaiknya dihindari.

Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, aktivitas, dan istirahat. Karena itu, pengaturan waktu tidur menjadi hal penting agar seseorang tetap sehat sekaligus tidak melalaikan kewajiban seperti salat.

Lalu, kapan saja waktu tidur yang dianjurkan dan waktu yang tidak dianjurkan dalam Islam? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: 5 Persiapan Penting Saat Itikaf Agar Ibadah Lebih Nyaman dan Khusyuk

Waktu Tidur yang Dianjurkan dalam Islam

Ilustrasi. Waktu tidur yang dianjurkan dalam islam (Sumber: Pexels/Polina)

Ini dia waktu tidur yang dianjurkan dalam islam:

  1. Tidur Malam Setelah Salat Isya

Waktu terbaik untuk beristirahat menurut ajaran Islam adalah pada malam hari setelah menunaikan salat Isya. Rasulullah SAW dikenal menganjurkan umatnya untuk tidak begadang tanpa alasan yang jelas.

Beristirahat lebih awal memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi secara maksimal.

Selain itu, kebiasaan tidur setelah Isya juga memudahkan seseorang bangun pada sepertiga malam terakhir untuk menjalankan ibadah seperti salat tahajud.

Dengan pola tidur yang teratur, tubuh dapat beristirahat optimal sekaligus tetap menjaga kualitas ibadah.

  1. Tidur Siang Sebentar Sebelum Zuhur (Qailulah)

Dalam tradisi Islam, tidur singkat pada siang hari atau yang dikenal sebagai qailulah juga dianjurkan. Biasanya dilakukan menjelang waktu Zuhur sebagai jeda istirahat sebelum melanjutkan aktivitas.

Rasulullah SAW dan para sahabat diketahui mempraktikkan kebiasaan ini untuk menjaga stamina dan fokus. Dalam riwayat At-Thabrani disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَقِيلُ

“Tidurlah qailulah (siang hari), karena sesungguhnya setan tidak tidur pada waktu qailulah.” (HR At-Thabrani)

Secara kesehatan, tidur siang singkat juga dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, dan menjaga produktivitas.

Namun, durasinya tidak boleh terlalu lama. Idealnya sekitar 20 hingga 30 menit agar tubuh kembali segar tanpa mengganggu pola tidur malam.

Waktu Tidur yang Tidak Dianjurkan dalam Islam

  1. Setelah Salat Subuh hingga Matahari Terbit

Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan tidak kembali tidur setelah menunaikan salat Subuh hingga matahari terbit.

Waktu pagi dianggap sebagai momen yang penuh keberkahan. Banyak ulama menyebutkan bahwa keberkahan rezeki dan umur berada pada waktu pagi hari.

Dalam kitab Fawaid al-Mukhtarah, Habib Zain bin Smith menjelaskan:

“Tidur setelah Subuh dapat menghilangkan keberkahan rezeki dan umur, karena keberkahan umat ini berada pada waktu pagi, yaitu setelah salat Subuh hingga matahari terbit.”

Karena itu, waktu pagi dianjurkan untuk diisi dengan aktivitas positif, seperti bekerja, belajar, atau berdzikir.

  1. Tidur Setelah Masuk Waktu Ashar

Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa tidur setelah waktu Ashar kurang dianjurkan. Hal ini dikaitkan dengan potensi dampak kurang baik terhadap kejernihan pikiran.

Dalam sebuah riwayat yang dinukil oleh Ad-Dailami disebutkan:

مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Barang siapa tidur setelah waktu Ashar lalu hilang akalnya, maka janganlah ia menyalahkan siapa pun selain dirinya sendiri.”

Meski hadis ini dinilai berstatus dhaif (lemah), sebagian ulama tetap menjadikannya sebagai pengingat agar seseorang lebih bijak mengatur waktunya, terutama pada sore hari.

  1. Tidur Sebelum Salat Isya

Tidur sebelum menunaikan salat Isya juga termasuk kebiasaan yang tidak dianjurkan.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan:

كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ العِشَاءِ وَالحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah tidak menyukai tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR Bukhari)

Alasan utama larangan ini adalah kekhawatiran seseorang tertidur terlalu lama hingga melewatkan waktu salat Isya.

Karena itu, Islam menganjurkan agar kewajiban ibadah ditunaikan terlebih dahulu sebelum beristirahat, sehingga tidak ada ibadah yang terabaikan.

Tags:
Rasulullah SAWWaktu Tidur yang Tidak Dianjurkan dalam IslamWaktu Tidur yang Dianjurkan dalam Islamajaran Islamkebutuhan biologis

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor