POSKOTA.CO.ID - Di balik prestasi gemilang di arena olahraga, sejumlah atlet Indonesia juga memiliki kisah perjalanan hidup yang menarik untuk disimak.
Tidak hanya dikenal karena medali dan trofi yang mereka raih, beberapa di antaranya juga mencuri perhatian publik lewat perjalanan spiritualnya.
Beberapa atlet Tanah Air diketahui memutuskan menjadi mualaf setelah melalui proses pencarian makna hidup, pengalaman pribadi, hingga pengaruh lingkungan pertemanan.
Keputusan tersebut kerap menjadi sorotan karena dilakukan setelah proses perenungan yang cukup panjang.
Atlet Kebanggaan Indonesia yang Jadi Mualaf

Lalu, siapa saja atlet Indonesia yang memilih memeluk agama Islam? Berikut kisah lima atlet kebanggaan Indonesia yang menjadi mualaf:
- Lindswell Kwok
Nama Lindswell Kwok dikenal luas sebagai atlet wushu berprestasi yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games 2018. Di balik keberhasilan tersebut, Lindswell juga memiliki kisah spiritual yang cukup menarik.
Ketertarikannya terhadap Islam mulai tumbuh pada 2015. Saat itu ia melihat rekan sekamarnya di pelatnas wushu, Juwita Niza Wasni, menjalankan salat. Dari situlah rasa ingin tahunya terhadap ajaran Islam muncul.
Lindswell kemudian mempelajari Al-Qur’an, belajar salat, hingga mencoba berpuasa secara perlahan. Karena berasal dari keluarga keturunan Tionghoa yang menganut agama Buddha, proses pencarian tersebut ia jalani secara diam-diam.
Setelah Asian Games 2018 berakhir, Lindswell memutuskan pensiun dari dunia olahraga sekaligus mengumumkan bahwa dirinya telah menjadi mualaf dan mulai mengenakan hijab.
- Maria Febe Kusumastuti
Bagi pecinta bulu tangkis, nama Maria Febe Kusumastuti tentu sudah tidak asing. Ia pernah menjadi salah satu tunggal putri andalan Indonesia dengan berbagai prestasi internasional.
Sepanjang kariernya, Febe meraih sejumlah gelar bergengsi, termasuk medali perunggu Asian Games 2010 dan Uber Cup 2010. Meski lahir dari keluarga Kristen yang taat, ketertarikannya terhadap Islam sudah muncul sejak kecil.
Febe mengaku tertarik dengan suara azan yang sering ia dengar. Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika ia bergabung dengan pelatnas PBSI sekitar tahun 2010 dan banyak berinteraksi dengan rekan-rekan Muslim.
Setelah mempelajari Islam secara mendalam, Febe akhirnya memutuskan menjadi mualaf pada 2013 dan mulai mengenakan hijab. Meski demikian, ia baru mengungkapkan keputusan tersebut kepada publik sekitar empat tahun kemudian.
- Adriyanti Firdasari
Mantan pebulu tangkis nasional lainnya yang memilih memeluk Islam adalah Adriyanti Firdasari. Keputusannya menjadi mualaf terjadi pada 2016 setelah ia merasa ingin memperdalam nilai-nilai spiritual dalam hidupnya.
Selama berkarier di dunia bulu tangkis, Firdasari telah meraih berbagai prestasi membanggakan. Di antaranya medali emas SEA Games 2005, medali perak Uber Cup 2008, serta dua medali perak di ajang Sudirman Cup.
Setelah menjadi mualaf, Firdasari juga diketahui mulai mengenakan hijab dalam kesehariannya.
- Cristian Gonzales
Nama Cristian Gonzales sangat populer di dunia sepak bola Indonesia. Pemain naturalisasi kelahiran Uruguay ini dikenal sebagai salah satu striker paling tajam dalam sejarah Liga Indonesia.
Gonzales bahkan pernah tiga kali berturut-turut menjadi top skor Liga Indonesia pada periode 2005 hingga 2008. Ia juga menjadi bagian penting tim nasional Indonesia yang berhasil melaju hingga final Piala AFF 2010.
Di balik karier sepak bolanya yang gemilang, Gonzales memutuskan menjadi mualaf pada Oktober 2003. Keputusan tersebut diambil setelah ia menikah dengan perempuan Indonesia bernama Eva Nurida Siregar.
Sejak saat itu, Gonzales menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim dan bahkan pernah menunaikan ibadah umrah bersama sang istri.
- Diego Michiels
Pesepak bola Diego Michiels juga memiliki kisah perjalanan spiritual yang cukup unik. Ia resmi menjadi mualaf pada 7 Februari 2013.
Keputusan tersebut diambil saat ia tengah menjalani masa hukuman terkait kasus penganiayaan yang membuatnya harus dipenjara selama tiga bulan 20 hari.
Namun sebenarnya, Diego sudah mengenal Islam sejak kecil ketika tinggal di Deventer, Belanda. Banyak teman-temannya yang beragama Islam sehingga ia cukup familiar dengan ajaran tersebut.
Ketertarikannya semakin tumbuh setelah membaca buku tentang Islam yang diberikan oleh kakak dari temannya. Buku tersebut kembali ia pelajari saat berada di penjara hingga akhirnya mantap memeluk Islam.
Diego kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid yang berada di dekat ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.