POSKOTA.CO.ID - Kasus penipuan segitiga kembali menjadi sorotan setelah seorang pria dilaporkan kehilangan uang puluhan juta rupiah akibat modus tersebut. Peristiwa ini bermula ketika korban berniat membeli sebuah mobil yang ditawarkan secara online.
Alih-alih bertransaksi langsung dengan pemilik kendaraan, korban justru mentransfer uang sebesar Rp67 juta kepada seseorang yang mengaku sebagai agen mobil. Belakangan diketahui bahwa orang tersebut merupakan penipu yang menggunakan modus penipuan segitiga.
Informasi mengenai kejadian ini beredar melalui unggahan akun Twitter @neveral0nely___, yang dikutip pada 7 Maret 2026. Dalam video yang dibagikan, terlihat korban terduduk lemas dan menangis setelah menyadari uang yang telah ia kirimkan ternyata jatuh ke tangan penipu.
Pemilik mobil yang sebenarnya pun tidak menyerahkan kendaraan tersebut karena transaksi tidak dilakukan kepadanya dan ia tidak menerima pembayaran apa pun.
Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Riwayat Penyakit yang Diderita
Apa Itu Penipuan Segitiga?

Penipuan segitiga merupakan modus kejahatan online yang melibatkan tiga pihak berbeda, yakni penjual asli, pembeli yang menjadi korban, dan penipu yang berpura-pura menjadi perantara transaksi.
Dalam skema ini, penipu akan menghubungi penjual asli dan berpura-pura menjadi calon pembeli. Di sisi lain, pelaku juga menawarkan barang tersebut kepada korban dengan harga menarik.
Selanjutnya, penipu mengarahkan korban untuk mentransfer uang ke rekening miliknya. Setelah pembayaran dilakukan, penipu meminta penjual asli mengirimkan barang langsung kepada korban.
Akibatnya, penipu mendapatkan uang tanpa memiliki barang yang dijual.
Baca Juga: Berkah Ramadhan, Penghasilan Pengrajin Kulit Ketupat di Lebak Meningkat 50-70 Persen
Cara Kerja Modus Penipuan Segitiga
Modus ini biasanya berjalan dengan langkah-langkah berikut:
- Penipu menemukan barang yang dijual oleh penjual asli di internet.
- Pelaku menyalin foto serta informasi barang tersebut.
- Penipu menawarkan barang itu kepada korban dengan harga menarik.
- Korban diminta mentransfer uang ke rekening penipu.
- Penjual asli diarahkan mengirimkan barang ke korban, sementara penipu membawa kabur uangnya.
Karena melibatkan tiga pihak, korban sering kali tidak menyadari bahwa transaksi tersebut merupakan penipuan hingga uang sudah terlanjur dikirim.
Ciri-Ciri Penipuan Segitiga yang Perlu Diwaspadai
Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenali beberapa tanda umum dari penipuan segitiga berikut ini:
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Pastikan Stok BBM Indonesia Aman di Tengah Konflik Iran-Israel
Harga Jauh di Bawah Pasaran
Penipu biasanya menawarkan barang dengan harga sangat murah agar menarik minat pembeli dan membuat korban tergesa-gesa melakukan transaksi.
Menghindari Transaksi di Platform Resmi
Pelaku sering meminta komunikasi dilakukan melalui chat pribadi atau telepon, serta pembayaran melalui rekening pribadi di luar platform jual beli resmi.
Mengaku Sebagai Perantara
Penipu sering mengklaim dirinya sebagai agen, broker, atau perantara yang membantu proses transaksi antara penjual dan pembeli.
Memberikan Tekanan Waktu
Korban biasanya didesak untuk segera mentransfer uang dengan alasan barang sedang banyak peminat atau harus segera diamankan.
Pentingnya Waspada Saat Transaksi Online
Maraknya kasus penipuan segitiga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan transaksi online, terutama untuk barang bernilai tinggi seperti kendaraan.
Pastikan selalu bertransaksi langsung dengan pemilik barang, melakukan pembayaran melalui platform resmi, serta tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku sebagai perantara tanpa verifikasi jelas.
Dengan memahami cara kerja dan ciri-ciri modus ini, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari kerugian finansial akibat penipuan digital yang semakin berkembang.