TEBET, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak enam bangunan rumah kontrakan di Jalan X RT 06 RW 08, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan akibat tanah longsor pada Jumat, 6 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat wilayah tersebut diguyur hujan deras.
Istiqomah, 35 tahun, salah satu penghuni kontrakan mengatakan tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat sejak sekitar satu minggu sebelum kejadian. Saat itu, muncul retakan pada bagian dapur rumah kontrakan.
“Seminggu sebelum longsor memang sudah ada retakan. Retakannya juga terlihat di jalan,” kata Istiqomah saat ditemui Poskota di lokasi, Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga: Tanah Longsor di Kujangsari Lebak, Rumah dan Sarana Ibadah Rusak
Diduga Akibat Tanah Lembek dan Saluran Air
Menurut Istiqomah, longsor diduga terjadi karena kondisi tanah yang berada di sekitar saluran air warga. Air yang merembes ditambah hujan deras membuat tanah menjadi lembek hingga akhirnya tidak mampu menahan beban bangunan.
“Retakan itu makin masuk ke dalam. Di situ juga ada saluran air warga, mungkin ada yang rembes. Tanahnya jadi lembek dan akhirnya longsor,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat kejadian tidak ada penghuni yang berada di rumah kontrakan tersebut. Bangunan itu memang sengaja dikosongkan setelah muncul retakan.
“Pas kejadian saya memang tidak ada di rumah. Kontrakan sudah kami kosongkan karena retak. Sebelumnya yang tinggal di situ saya dan keluarga,” tuturnya.
Baca Juga: Kemensos Bantu Rehabilitasi Longsor Cisarua Bandung
Rumah Berada di Bantaran Kali Ciliwung
Lokasi rumah kontrakan yang terdampak longsor berada tepat di bantaran Kali Ciliwung. Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah rumah warga yang berdiri di area bantaran sungai tersebut.
Akbar (29), warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi, mengaku rumahnya pernah dua kali terdampak longsor sebelumnya.
“Dulu atap sama dapur saya pernah hancur. Sudah dua kali kejadian. Yang sekarang untungnya rumah saya masih aman,” kata Akbar.
Ia mengaku selalu merasa khawatir setiap kali hujan deras turun karena kondisi rumahnya yang berada di area rawan longsor.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Cisarua Masih Berlanjut, 80 Kantong Jenazah Dievakuasi
“Kalau dibilang bahaya ya memang bahaya, tapi mau bagaimana lagi. Rumah saya cuma ada di sini,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, puing-puing bangunan akibat longsor masih terlihat berserakan di area tersebut.
Sejumlah petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) juga terlihat berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta memantau kondisi tanah di sekitar bantaran Kali Ciliwung.