JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Aktivitas pasar mobil bekas (mokas) bergeliat selama Ramadhan. Tren ini terlihat dari bertambahnya minat calon pembeli kendaraan untuk kebutuhan keluarga, termasuk persiapan perjalanan mudik lebaran.
Marketing Auto 81, Lukman Hakim menyampaikan, geliat minat konsumen sudah mulai terasa sejak awal bulan puasa.
“Permintaan mokas bulan puasa tahun ini cukup meningkat, didasari dari interest setiap postingan iklan jualan, serta banyaknya aktivitas atau kunjungan customer yang datang dan cek unit langsung di lokasi,” kata Lukman kepada Poskota, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurutnya, aktivitas calon pembeli tidak hanya terlihat dari interaksi di platform digital, tetapi juga dari meningkatnya jumlah konsumen yang datang langsung ke showroom untuk melihat kondisi kendaraan.
Baca Juga: Chery Bangkitkan QQ3 Versi Listrik, Siap Tantang Geely EX2 di Pasar China
Lonjakan Minat Biasanya Terjadi jelang Mudik
Selain peningkatan selama Ramadan, permintaan mobil bekas biasanya akan mengalami lonjakan ketika mendekati periode mudik Lebaran.
Fenomena ini disebut sudah menjadi pola yang berulang setiap tahun, karena banyak masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
“Seperti halnya dari tahun ke tahun, lonjakan menjelang mudik akan meningkat,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sejumlah dealer mulai menyiapkan stok kendaraan lebih awal agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat.
Baca Juga: Mobil Listrik Honda Terdaftar di Samsat DKI, Kode JG6 A EV ZZE Diduga Super One
Mobil Keluarga Tiga Baris Paling Banyak Dicari
Dari berbagai segmen kendaraan, mobil keluarga atau family car masih menjadi pilihan utama pembeli mobil bekas selama Ramadan.
Jenis kendaraan dengan konfigurasi tiga baris kursi dinilai lebih ideal untuk perjalanan bersama keluarga, terutama saat mudik Lebaran.
“Mokas paling diminati yaitu family car. Mobil tiga baris seperti Avanza, Ertiga dan Xpander menjadi pilihan utama,” ucapnya.
Model-model tersebut dikenal memiliki kapasitas penumpang yang cukup besar serta dianggap praktis untuk perjalanan jauh.
Harga Mobil Bekas Mulai Bergerak Naik
Seiring meningkatnya minat masyarakat, harga mobil bekas juga mulai menunjukkan pergerakan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumen di pasar mobil bekas.
Baca Juga: Astra Daihatsu Motor Perpanjang Sertifikasi AEO 2026, Perkuat Keamanan Logistik Ekspor-Impor
“Sejauh ini pergerakannya meningkat dibandingkan dengan penjualan bulan lalu dan dua bulan sebelumnya,” tambahnya.
Meski begitu, kenaikan harga dinilai masih berada dalam batas yang wajar dan mengikuti dinamika pasar.
Stok Dijaga untuk Antisipasi Permintaan Lebaran
Dealer mobil bekas juga berupaya menjaga ketersediaan unit agar dapat mengimbangi lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
Pengelolaan stok menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan konsumen tetap memiliki banyak pilihan kendaraan.
“Perputaran stok mokas tentu akan selalu kita jaga, mengingat permintaan akan terus melonjak menjelang mudik Lebaran,” tuturnya.
Promosi Digital jadi Strategi Dealer
Untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli, dealer memanfaatkan promosi melalui berbagai platform digital, terutama marketplace otomotif.
Langkah ini dinilai efektif karena banyak konsumen yang mencari mobil bekas secara online sebelum memutuskan datang langsung ke showroom.
“Iklan berbayar di berbagai platform terutama marketplace dan OLX,” ujar Lukman terkait strategi pemasaran yang dilakukan.
Sementara untuk proses pembelian dengan skema kredit, Lukman menyebut keputusan persetujuan tetap berada di tangan pihak lembaga pembiayaan.
“Tren persetujuan akan sama saja sepertinya sebelumnya, kami menyerahkan sepenuhnya kepada bank, terkait penerimaan persetujuan kredit,” pungkasnya.