POSKOTACOID - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia pada saat bulan Ramadhan.
Setiap umat muslim memiliki harapan besar untuk bisa berjumpa dengan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan supaya bisa mendapatkan sejumlah keutamaannya.
Pasalnya, malam Lailatul Qadar disebutkan dalam Al-Quran sebagai malam yang memilki kebaikan melebihi seribu bulan.
Baca Juga: Lebaran Idul Fitri Tanggal 20 Atau 21 Maret 2026? Cek Jadwal versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Dalam Qur'an surat Al-Qadr ayat 2 dan 3 disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
Artinya: " Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr : 2-3)
Oleh karena itu, agar bisa berjumpa dengan malam Lailatul Qadar, umat Islam perlu mengetahui sejumlah ciri datangnya malam ini. Lalu, apa saja ciri-cirinya? Berikut penjelasannya.
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Abdul Muiz Ali, mengungkapkan bahwa ada beberapa tanda yang dapat dikenali oleh umat Islam untuk dijadikan petunjuk datangnya malam Lailatul Qadar.
Berikut ini ini beberapa tanda datangnya malam Lailatul Qadar, seperti dikutip dari situs resmi MUI.
1. Tidak hujan dan tidak panas
Salah satu tanda yang dapat dikenali untuk mengetahui malam Lailatul Qadar adalah cuaca dan suasana pada hari itu.
Dijelaskan oleh Kia AMA bahwa pada saat malam Lailatul Qadar cuaca akan cerah dan suasananya tenang untuk beribadah. Hal ini seperti yang tertuang dalam riwayat Ahmad.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran Apakah Sama? Tenyata Ini Faktanya
"Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu. Tidak hujan dan tidak panas," kata Kiai AMA seperti dikutip dari laman MUI.
Pada malam Lailatul Qadar, langit akan terang dan tenang seolah-olah bulan bercahaya seperti bulan purnama, dan udara menjadi sangat damai, dikutip dari Muhammadiyah.
2. Jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan
Lebih lanjut, Kiai AMA juga menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjil.
Adapun, malam-malam ganjil yang diyakini menjadi salah satu malam Lailatul Qadar, yakni pada malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29.
Dikutip dari NU Online, hal ini sebagaimana yang termaktub pada Kitab Irsyadul Ibad. Diketahui bahwa pada 10 hari terkahir Ramadhan, Nabi Muhammad meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya.
3. Sinar matahari terbit berwarna putih
Dalam sejumlah hadits juga dijelaskan bahwa ciri malam Lailatul Qadar lainnya berkaitan dengan cahaya matahari yang terbit pada hari itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim dari Ubay bin Ka'ab disebutkan bahwa matahari yang terbit sebelum malam Lailatul Qadar akan berwarna putih terang tapi tidak menyengat.
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).