Urban Farming di bawah Tol Becakayu, Jakarta Timur, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Pemkot Jaktim Manfaatkan 1.500 Meter Lahan Kolong Tol Becakayu untuk Urban Farming

Rabu 04 Mar 2026, 08:54 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidak produktif melalui program urban farming atau pertanian perkotaan di sepanjang kolong Tol Becakayu.

Kepala Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto menyampaikan, latar belakang dibangunnya program urban farming tersebut bermula pada masa pandemi Covid-19.

Ketika itu, Pemkot Jaktim bersama UKPD terkait, warga, serta kader PKK mulai memanfaatkan lahan-lahan kosong di bawah kolong Tol Becakayu untuk kegiatan penghijauan.

"Menanam tanaman sayuran, buah buahan, tanaman obat keluarga dan tanaman lainnya agar lahan yang awalnya tidak produktif menjadi produkfif, bermanfaat, indah, hijau dan rapih," kata Taufik kepada Poskota, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca Juga: Lahan Kumuh jadi Kebun Hijau, Cerita Agus Dirikan Urban Farming di Kolong Tol Becakayu

Program ini mulai berjalan sejak 2019 melalui kolaborasi lintas sektor. Pemkot Jakarta Timur menggandeng berbagai unsur, di antaranya Sudin KPKP, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, Sudin Bina Marga, Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Lingkungan Hidup, pihak kecamatan dan kelurahan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

"Melaksanakan pembersihan, penataan dan optimalisasi lahan lahan kosong yang berada sepanjang kolong tol becak kayu," ujarnya.

Taufik mengatakan, luas lahan yang dimanfaatkan untuk urban farming mencapai kurang lebih 1.500 meter.

"Dengan lokasi urban farming paling luas berada di RW 13 Cipinang Melayu Jakarta Timur," ucapnya.

Baca Juga: Prompt Gemini AI Urban Style: Begini Cara dan Panduan Lengkap Buat Foto Viral dalam 5 Detik

Beragam komoditas ditanam di lokasi ini, mulai sayuran kangkung, sawi, bayam, daun singkong, terong, tomat, jagung, kembang kol, kacang panjang, hingga cabai. Kemudian, ada pula sayuran buah, tanaman obat keluarga, tanaman buah-buahan, tanaman hias, hingga tanaman pelindung.

"Hasil panen dimanfaatkan warga sekitar dan masyarakat lainnya yang membutuhkan serta ada juga yang di pasarkan/dijual melalui "Pasar Tumbuh" yang rutin diselenggaran setiap hari Jumat akhir bulan di Kantor Walilota Kota Administrasi Jakarta Timur yang mana hasil penjualannya digunakan untuk kebutuhan operasional beli pupuk, bibit dan penanaman selanjutnya," katanya.

Ia mengatakan, program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Penerima manfaat tidak hanya warga sekitar, tetapi juga para penggiat urban farming, kader PKK, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), siswa sekolah, hingga masyarakat umum lainnya.

"Penerima manfaat dari program ini antara lain adalah warga masyarakat sekitar, para penggiat urban farming, PKK, PPSU, Siswa Sekolah dan masyarat lainnya," ujar dia.

Sementara itu, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan program ini, baik dalam pemanfaatan lahan, pengelolaan, perawatan, maupun pemeliharaan tanaman.

"Ya, dengan melibatkan warga masyarakat sekitar, dalam memanfaatkan lahan yang berada di sepanjang tol becak kayu, selain itu dalam pengelolaan, perawatan dan pemeliharaan tanamannya juga melibatkan antara lain PPSU, PKK, penggiat urban farming, kelompok tani dan masyrakat lainnya," ucap dia.

Baca Juga: Hadirkan Hunian untuk Gaya Hidup Urban, Sinar Mas Land Luncurkan Klaster IZZI di BSD City Bagian Barat

Hasil panen ini juga bisa dimanfaatkan warga secara langsung sebagai sumber pangan sehari-hari.

"Meningkatkan kesadaran warga dalam pemanfaatan lahan sekitarnya sebagai sumber pangan," tuturnya. (cr-4)

Tags:
Jakarta Timur urban farmingTol BecakayuPemkot Jakarta Timur

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor