TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat di Kabupaten Tangerang belakangan ini ramai mengeluhkan komposisi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak tersebut dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan standar dan rencana awal pemerintah.
Keluhan warga tersebut mencakup kualitas hingga kondisi makanan yang diterima peserta program. Isu ini pun mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Maesyal Rasyid meminta Badan Gizi Nasional (BGN) beserta seluruh mitranya, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar lebih responsif dan sigap menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Kami minta BGN dan mitra, termasuk SPPG, lebih responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait komposisi dan kondisi makanan pada program MBG,” ujar Maesyal Rasyid, Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Pandeglang Siap Tunjang Kebutuhan Pangan MBG
Menurut Maesyal, program MBG merupakan investasi jangka panjang bangsa untuk memutus mata rantai permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan nasional. Oleh karena itu, kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan.
“Makanan yang diberikan harus segar, bersih, bebas dari bakteri, dan layak konsumsi. Dengan begitu, manfaat program MBG benar-benar dirasakan dan berdampak pada peningkatan gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maesyal menegaskan peran SPPG sebagai garda terdepan sangat menentukan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah daerah pun berkomitmen mendukung kelancaran operasional SPPG, khususnya dalam aspek perizinan.
Saat ini, terdapat sekitar 170 SPPG yang menjalankan program MBG di Kabupaten Tangerang. Untuk mendukung standar keamanan pangan, Pemkab Tangerang siap memfasilitasi proses perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Dinas Kesehatan siap membantu rekomendasi teknis, sementara dokumen SLHS nantinya akan diterbitkan oleh DPMPTSP,” pungkasnya.