Jusuf Kalla Belasungkawa atas wafatnya Ayotollah Ali Khamenei (Poskota)

Nasional

Jusuf Kalla Belasungkawa atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei Akibat Serangan Gabungan AS-Israel

Minggu 01 Mar 2026, 21:00 WIB

POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Menurut JK, sapaan akrabnya, tindakan ini sangat disayangkan karena terjadi di tengah proses negosiasi program nuklir antara Iran dan AS di Jenewa.

Dalam pernyataannya di kediaman pribadinya di Jakarta Selatan pada Minggu, 1 Maret 2026, JK menyoroti pelanggaran etika dalam diplomasi internasional.

"Kita baru saja menyaksikan bagaimana AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, padahal kedua negara sedang dalam tahap perundingan. Dari perspektif etika, seharusnya tidak ada serangan saat negosiasi berlangsung. Ini situasi yang sangat memprihatinkan bagi kita semua," ujar JK.

Baca Juga: 14 Tahun Lalu Cak Nun Prediksi Iran Diserang Israel dan AS, Kini Konflik Benar-Benar Pecah

Ia menambahkan bahwa pola perilaku AS cenderung agresif terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan pandangannya. Sebelum Iran, Venezuela menjadi contoh nyata dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

"AS kerap menyerang apa pun yang tidak sesuai dengan visi mereka. Mereka menyerbu Venezuela dan menculik pemimpinnya," katanya.

JK juga menyebutkan sejarah panjang intervensi AS di berbagai negara, termasuk Afghanistan, Irak, dan Suriah.

"Ini menjadi bagian dari keprihatinan kita terhadap sikap AS dan kekejaman yang dilakukan terhadap Iran," tambahnya.

Baca Juga: Konflik Iran vs AS-Israel Memanas, 7 Negara Tutup Wilayah Udara dan Ribuan Penerbangan Batal

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran global atas ketidakstabilan di kawasan tersebut, yang dapat memicu konflik lebih luas.

Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei

Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Pinterest/@rizwan naqfi)

JK secara pribadi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikabarkan tewas akibat serangan gabungan tersebut.

"Kami sangat bersedih atas kepergian Pemimpin Iran, Ali Khamenei. Meskipun Iran sendiri menghadapi gejolakan internal," ungkap JK.

Ia menilai pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara seperti Khamenei sebagai tindakan yang patut disesali.

"Membunuh figur seperti Ali Khamenei adalah hal yang sangat kami sayangkan. Kami merasa duka mendalam atas kejadian ini," tegasnya.

Baca Juga: Siapa Pemimpin Iran Sebenarnya? Ini Perbedaan Kekuasaan Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia diharapkan berperan aktif di foruminternasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

JK menekankan upaya Indonesia untuk menyerukan penghentian konflik.

"Setidaknya kita bisa mendoakan dan menyerukan agar situasi ini segera berakhir. Mendamaikan konflik seperti ini memang sulit, tapi kita harus berusaha semaksimal mungkin," pungkasnya.

Pernyataan JK ini datang di tengah ketegangan global yang meningkat, di mana konflik Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

Para analis menilai, sikap netral Indonesia dapat menjadi jembatan perdamaian di tengah polarisasi internasional.

Tags:
Mantan Wakil Presiden Republik IndonesiaJusuf Kallakonflik di Timur TengahAmerika SerikatASIsraelIrandiplomasi internasional

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor