Warga Perumahan Citra, Kalideres, Jakarta Barat, kembali berdemonstransi menolak rencana pembangunan rumah duka dan krematorium, Sabtu, 28 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Warga Kembali Demo Tolak Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres Jakbar

Sabtu 28 Feb 2026, 13:41 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Warga di Perumahan Citra, Kalideres, Jakarta Barat, kembali berdemonstransi menolak rencana pembangunan rumah duka dan krematorium, Sabtu, 28 Februari 2026.

Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, warga berunjuk rasa tepat di depan lokasi proyek pembangunan yang berada di samping RSUD Kalideres. Mereka juga membawa spanduk penolakan.

Sementara itu, arus lalu lintas sempat tersendat lantaran massa aksi memakan sebagian jalan. Petugas gabungan kemudian diterjunkan mengurai kemacetan.

"Kami menolak pembangunan rumah duka dan krematorium di daerah padat penduduk yang aman ya. Kita tidak ingin ribut dengan adanya ini," kata koordinator warga Budiman Tandiono kepada wartawan di lokasi, Sabtu, 28 Februari 2026.

Baca Juga: Mahasiswa Heran Aparat Pakai Kopiah dan Sorban Saat Amankan Demo, Polisi: Menghormati Ramadhan

Budiman menyampaikan, warga sengaja kembali berunjuk rasa, karena merasa aspirasi mereka perlu didengar. Warga sendiri menilai, rencana pembangunan rumah duka dan krematorium ini tidak sesuai, baik segi aturan maupun dampak lingkungan.

"Ini kami untuk menghentikan seterusnya pembangunan rumah duka ini. Karena tidak sesuai dengan Perda. Di sini daerah padat penduduk. Depan, belakang, samping, kiri, kanan penduduk semua," ujarnya.

Menurutnya, rencana pembangunan rumah duka dan krematorium dinilai telah melanggar aturan.

"Katanya PBG-nya sudah keluar, tetapi belum ada AMDAL, belum ada UPL, dan satu lagi apa lagi saya nggak ngerti, sudah UPL ya, berarti sudah melanggar. Kenapa PBG untuk rumah duka, rumah krematorium tidak ada AMDAL-nya," ucapnya.

Baca Juga: Ribuan Personel Amankan Aksi Demo Mahasiswa di Depan Mabes Polri 

Dalam hal ini, warga yang berunjuk rasa meminta agar supaya proyek pembanguman rumah duka dan krematorium dihentikan.

"Kami telah menyurati kepada fraksi DPR, DPRD untuk menanyakan, dan telah diterima oleh Fraksi PDIP. Kemungkinan nanti akan diterima oleh Komisi A," tuturnya.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung akan mengecek rizinan pembangunan rumah duka dan krematorium yang diprotes warga.

"Itu saya akan dalami dulu apakah perizinannya dan izinnya sudah ada, karena saya terus terang juga kaget ketika ada demo-demo itu," tuturnya.

Tags:
Pramono AnungGubernur JakartaRSUD KalideresJakarta Baratkrematorium

Pandi Ramedhan

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor