Menjemput Berkah dari Kolang-Kaling Kampung Cibulung Lebak

Sabtu 28 Feb 2026, 08:26 WIB
Pengrajin buah kolang kaling di Kampung Cibulung, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, saat mengolah buah aren. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Pengrajin buah kolang kaling di Kampung Cibulung, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, saat mengolah buah aren. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Tahun sebelumnya, saat pasokan melimpah, harga hanya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 per kg. Jumlah produksi harian pun tidak menentu.

Selain bergantung pada ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi juga dipengaruhi oleh tenaga bantuan dari anggota keluarga. Jika bahan tersedia banyak, produksi bisa meningkat. Namun, ketika pasokan terbatas, hasil yang diperoleh pun menurun.

Untuk pemasaran, Subrata mengandalkan dua cara, yakni menunggu pembeli datang langsung ke rumah atau menjajakan dagangan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Pada tahun-tahun sebelumnya, saat produksi melimpah, ia bahkan mampu mengirim kolang-kaling ke sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Tangerang.

Di tengah keterbatasan bahan baku, usaha musiman ini tetap menjadi penopang ekonomi keluarga. Hasil penjualan kolang-kaling setidaknya mampu membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga menjelang Hari Raya.

“Paling buat kebutuhan bulan puasa. Kadang bisa buat beli baju Lebaran, kadang juga tidak, tergantung banyaknya produksi,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update