POSKOTA.CO.ID - Beberapa kota di Indonesia memiliki suasana tradisi yang berbeda selama bulan Ramadhan. Dengan adanya tradisi, masing-masing kota ini merayakan bulan suci dengan penuh makna.
Setiap Ramadan, umat Muslim di seluruh negeri menyambut bulan suci dengan penuh suka cita.
Suasana Ramadan selalu terasa berbeda, penuh dengan kehangatan dan kerinduan di bulan yang baik ini.
Adanya tradisi juga membuat Ramadan di Indonesia terasa sakral tanpa meninggalkan keseruannya.
Berikut adalah 12 tradisi yang setia digelar masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.
Tradisi Unik Bulan Ramadhan di Indonesia
Berikut ini adalah lima tradisi unik di beberapa wilayah di Indonesia:
1. Tradisi Megengan di Surabaya
Masyarakat Surabaya memiliki tradisi Megengan yang dilakukan sehari sebelum Ramadan tiba. Tradisi selametan ini biasanya diisi dengan berkumpul bersama keluarga, teman, atau warga setempat dan menyantap hidangan khas seperti aneka jajanan tradisional, terutama kue apem.
Tidak jarang, sistemnya seperti potluck, di mana setiap orang membawa makanan dari rumah untuk disantap bersama. Sebelum Megengan, banyak juga yang melakukan ziarah ke makam keluarga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Selain sebagai bentuk persiapan spiritual, Megengan juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga/masyarakat.
Masyarakat yang merantau biasanya menyempatkan diri untuk pulang agar bisa mengikuti tradisi ini bersama keluarga besar. Bahkan, beberapa komunitas juga mengadakan pengajian bersama sebagai bagian dari Megengan.
2. Tradisi Nyadran di Jawa Tengah
Nyadran adalah tradisi yang umum dilakukan masyarakat Jawa Tengah untuk menyambut Ramadan. Tradisi ini melibatkan ritual ziarah kubur/nyekar, membersihkan area makam leluhur, serta mendoakan mereka.
Selain itu, masyarakat juga biasanya membawa makanan untuk dibagikan kepada kerabat atau tetangga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
Nyadran tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga sering diadakan secara massal di desa-desa. Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih sangat kental di masyarakat Jawa Tengah.
Seiring berkembangnya zaman, tradisi ini juga dikemas dengan acara keagamaan seperti ceramah dan doa bersama.
3. Tradisi Dugderan di Semarang
Dugderan adalah tradisi khas Semarang yang ditandai dengan pawai budaya dan festival rakyat. Tradisi ini berasal dari suara bedug ("dug") dan petasan ("der"), sesuai namanya, tradisi ini diisi dengan memukul bedug dan menyalakan petasan, yang menandakan awal Ramadan. I
kon utama dari Dugderan adalah Warak Ngendog, sebuah hewan mitologi yang melambangkan akulturasi budaya Arab, Cina, dan Jawa dalam masyarakat Semarang.
Selain parade dan pawai budaya, tradisi ini dilaksanakan sejak pagi hari sampai menjelang Magrib, Dugderan juga menghadirkan pasar malam yang menjual berbagai macam makanan dan pernak-pernik khas Ramadan.
Tradisi ini telah menjadi daya tarik wisata yang cukup dinantikan oleh warga Semarang dan sekitarnya. Pemerintah kota juga turut mendukung tradisi ini dengan mengadakan lomba kreativitas bagi anak-anak untuk menjaga semangat budaya lokal.
Baca Juga: 5 Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan, Pahalanya Berlipat dan Jadi Penolong di Hari Kiamat
4. Tradisi Padusan di Boyolali
Masyarakat Boyolalo memiliki tradisi Padusan yang merupakan ritual mandi bersama di sumber mata air atau sungai. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri, jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Biasanya, masyarakat juga berdoa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Padusan memiliki nilai spiritual yang mendalam karena dianggap sebagai simbol penyucian diri sebelum memulai ibadah di bulan suci.
Beberapa tempat pemandian yang sering digunakan untuk tradisi ini biasanya memiliki nilai sejarah atau dipercaya memiliki air yang membawa berkah. Selain itu, acara ini juga sering diakhiri dengan makan bersama di sekitar area sumber mata air.
5. Tradisi Munggahan di Jawa Barat
Munggahan merupakan tradisi khas Jawa Barat yang dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat sebelum Ramadan tiba. Biasanya, acara ini diisi dengan makan bersama, berdoa, dan meminta maaf satu sama lain. Munggahan menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi sebelum memasuki bulan suci.
Tradisi yang biasanya dimeriahkan dengan menu nasi tumpeng dengan berbagai lauk pauk pendukung ini, juga sering dilakukan oleh rekan kerja atau komunitas dengan mengadakan acara khusus menjelang Ramadhan.
Kegiatan ini semakin mempererat hubungan sosial antar anggota masyarakat. Beberapa perusahaan bahkan menjadikan Munggahan sebagai agenda tahunan guna mempererat hubungan antar pekerja.
Setiap daerah di Indonesia punya tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadan yang mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.
Tradisi-tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk bersyukur dan mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.