Gaikindo menilai industri otomotif nasional mampu memenuhi kebutuhan kendaraan pick-up domestik. (Sumber: Istimewa)

OTOMOTIF

Industri Lokal Dinilai Mampu, Gaikindo Minta Impor Kendaraan Komersial Dikaji

Jumat 27 Feb 2026, 15:36 WIB

POSKOTA.CO.ID - Sejak berdiri pada 1969, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama para anggotanya dengan dukungan pemerintah terus membangun fondasi industri otomotif nasional.

Organisasi tersebut secara konsisten mempelajari perkembangan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan roda empat atau lebih, termasuk segmen kendaraan komersial pick-up.

Gaikindo menilai industri otomotif dalam negeri telah memiliki pemahaman kuat terhadap kebutuhan pasar domestik. Salah satu buktinya adalah kemampuan mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian berevolusi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV).

Awalnya, konversi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan industri karoseri (body builder). Namun, seiring waktu, pengembangan dilakukan lebih mendalam oleh pabrikan hingga melahirkan MPV yang kini diproduksi secara penuh (fully manufactured).

Baca Juga: Dua Menteri Berbeda Pandangan soal Insentif Otomotif 2026, Gaikindo Pilih Menunggu

Saat ini, MPV menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat Indonesia bahkan populer di kawasan Asia Tenggara. Pendalaman teknologi serupa juga diterapkan untuk pengembangan kendaraan pick-up guna mendukung berbagai aktivitas usaha di dalam negeri.

Minta Industri Lokal Diberi Kesempatan

Berdasarkan pemahaman tersebut, Gaikindo berpandangan industri otomotif nasional sudah selayaknya mendapat kesempatan memenuhi kebutuhan domestik.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai studi terkait pengembangan platform kendaraan komersial

“Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton.

Baca Juga: GAIKINDO Klaim Pameran 2025 Dongkrak Penjualan di Tengah Pasar Lesu

Kapasitas Produksi Pick-up Lebih dari 400 Ribu Unit

Saat ini GAIKINDO mencatat memiliki 61 perusahaan anggota. Untuk segmen kendaraan komersial menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh beberapa anggota, antara lain:

Secara total, kapasitas produksi pick-up anggota GAIKINDO disebut telah melampaui 400.000 unit per tahun. Angka tersebut diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Dampak Besar bagi Ekosistem Industri

Gaikindo menilai apabila kebutuhan kendaraan komersial sepenuhnya dipasok industri dalam negeri, dampaknya akan signifikan bagi ekosistem otomotif nasional dari hulu hingga hilir

Satu unit mobil terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan berbagai bahan baku seperti baja, kaca, karet, plastik, hingga fabrik. Komponen tersebut diproduksi oleh ribuan perusahaan pemasok, termasuk sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta menyerap jutaan tenaga kerja.

Anton menambahkan, bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), pihaknya berharap pemerintah memberikan ruang bagi industri lokal untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan kapasitas produksi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan sekitar 1,5 juta tenaga kerja yang terlibat di seluruh rantai industri otomotif Indonesia.

Tags:
pabrikan otomotif nasionalindustri otomotif nasionalGaikindoGabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia

Erwan Hartawan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor