Ilustrasi orang berdoa (Sumber: Pinterest)

RAMADHAN

Contoh Kultum Subuh Ramadhan 2026 Hari ke-10: Ringkas, Menyentuh, dan Mudah Dihafal

Jumat 27 Feb 2026, 19:16 WIB

POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan 1447 H kembali menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bukan sekadar waktu menahan lapar dan dahaga, Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki akhlak.

Aktivitas seperti tadarus, dzikir, sedekah, hingga mendengarkan kultum subuh setelah salat berjamaah, menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana bulan penuh rahmat.

Kultum subuh sendiri biasanya disampaikan dalam durasi singkat, namun memiliki pesan moral yang padat dan berpengaruh.

Sebagaimana dilansir katadata, berikut parafrase 10 tema kultum subuh Ramadhan 2026 yang dapat dijadikan referensi untuk para penceramah, pengurus masjid, maupun jamaah yang ingin memperdalam pemahaman keislaman secara ringan namun bermakna.

Baca Juga: Menjelang Idul Fitri, Ini 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah Menurut Al-Quran

10 Kultum Subuh Ramadhan 2026

1. Ramadhan, Bulan Limpahan Berkah

Dalam kultum ini, penceramah menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Setiap amalan kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

"Mari menghidupkan Ramadhan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah, terutama memberi makan orang yang berbuka puasa,” demikian contoh yang disampaikan dalam kultum.

Bahwa keberkahan Ramadhan bukan hanya terasa pada ibadah ritual, tetapi juga pada aktivitas sosial yang dilakukan dengan tulus.

2. Memahami Dua Makna Imsak dalam Puasa

Imsak tidak hanya bermakna menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk dosa dan maksiat.

Ada dua bentuk imsak: meninggalkan perbuatan tercela seperti ghibah dan dusta, serta memegang teguh perintah Allah dengan niat ikhlas.

Jika keduanya dijalankan, puasa menjadi benteng spiritual yang kokoh.

3. Hikmah dan Keringanan dalam Kewajiban Puasa

Syariat puasa memiliki hikmah yang dalam dan mengajarkan kedisiplinan. Namun, Allah juga memberikan keringanan bagi yang memiliki uzur.

Dalam materi kultum disebutkan bahwa orang sakit atau musafir diperbolehkan mengganti puasa di hari lain. Sementara lansia dan penderita penyakit menahun dapat membayar fidyah sebagai bentuk tanggung jawab ibadah.

Islam adalah agama kasih sayang. Tidak ada syariat yang bertujuan memberatkan.

4. Menggapai Kemuliaan Ramadhan dengan Ibadah dan Kepedulian

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak ibadah sunnah seperti tarawih, witir, dhuha, hingga tahajud sangat dianjurkan.

Namun ibadah ritual tidak cukup. Kepedulian sosial juga harus ditingkatkan. Memberi makanan berbuka, membantu tetangga, hingga berbagi rezeki menjadi wujud empati yang dianjurkan.

“Ibadah dan kepedulian sosial adalah dua sayap yang mengantarkan keberkahan hidup.”

5. Mengenal Qadha dan Fidyah dalam Puasa

Materi kultum ini membahas dua konsep penting: qadha dan fidyah. Bagi yang tidak mampu berpuasa sementara, seperti sakit atau safar, puasa dapat diganti di hari lain (qadha). Sedangkan bagi yang tidak mampu secara permanen, kewajibannya berubah menjadi fidyah.

“Syariat puasa menunjukkan betapa Islam memperhatikan kondisi umatnya,” ujar penceramah.

6. Meraih Ketakwaan melalui Pengendalian Diri

Tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan. Pengendalian diri menjadi kunci untuk meraihnya.

Puasa melatih seseorang untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, bersikap jujur, dan bersabar dalam segala keadaan.

“Puasa adalah madrasah kehidupan yang membentuk karakter disiplin dan amanah,” begitu inti pesan kultum.

7. Indahnya Memaafkan di Bulan Suci

Memaafkan adalah akhlak mulia yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Dengan memaafkan, hati menjadi lapang, hubungan sesama manusia membaik, dan pahala dilipatgandakan.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan,” demikian disampaikan dalam kultum.

8. Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

Sedekah memiliki nilai pahala yang berlipat ganda di bulan suci. Memberi makan orang berbuka menjadi amalan yang sangat dianjurkan dan mendatangkan ampunan Allah.

“Sekecil apa pun sedekah, jika ikhlas, nilainya besar di sisi Allah,” menjadi pesan moral yang ditekankan.

Amalan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membersihkan hati pemberi dari sifat kikir.

9. Meraih Ampunan lewat Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sepanjang Ramadhan. Dalam kultum dijelaskan bahwa barang siapa melaksanakannya dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

“Tarawih adalah kesempatan emas untuk menyucikan diri sebelum tiba Idul Fitri.”

Tarawih mengajarkan kekhusyukan, kesabaran, dan rasa kebersamaan dalam ibadah.

Baca Juga: 5 Ide Ngabuburit Seru Ala Gen Z, Menunggu Waktu Buka Puasa dengan Kreatif dan Bermanfaat

10. Pentingnya Berbuat Baik di Bulan Ramadhan

Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas akhlak. Allah mencintai hamba yang berbuat baik dalam segala hal, baik kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat.

“Setiap kebaikan akan mendatangkan pahala dan keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.”

Kultum ini mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak perubahan menuju pribadi yang lebih bijak dan penyayang.

Kultum subuh Ramadhan 2026 dapat menjadi sarana edukatif sekaligus inspiratif untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Melalui tema-tema yang relevan seperti keberkahan Ramadhan, makna imsak, hikmah syariat, sedekah, tarawih, hingga pentingnya memaafkan, jamaah dapat memahami makna puasa secara lebih menyeluruh.

Dengan penyampaian yang singkat, lugas, dan bernilai moral tinggi, kultum subuh mampu membangkitkan semangat ibadah serta menumbuhkan karakter mulia. Semoga Ramadhan 1447 H menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan penuh kebaikan.

Tags:
Ceramah Ramadhan pagiKultum singkat RamadhanTema kultum subuhKultum Ramadhan 1447 HKultum Subuh Ramadhan 2026

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor