Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, ada beberapa amalan yang harus disiapkan umat Muslim di Malam Lailatul Qadar. (Sumber: YouTube/Khalid Basalamah Official)

RAMADHAN

Amalan Apa yang Harus Disiapkan di Malam Lailatul Qadar? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah

Jumat 27 Feb 2026, 05:42 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, ada beberapa amalan yang harus disiapkan umat Muslim di Malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar selalu menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setiap memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an serta malam penuh kemuliaan, keberkahan, dan ampunan.

Dalam Al-Qur’an, kemuliaan malam ini dijelaskan secara khusus dalam Surah Al-Qadr.

Allah SWT menyebut, Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan, dan para malaikat turun membawa ketetapan hingga terbit fajar.

Nilai ibadah pada malam tersebut diyakini setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun.

Lantas, amalan apa saja yang sebaiknya dipersiapkan untuk menyambut malam Lailatul Qadar?

Amalan Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari kanal YouTube pribadinya Khalid Basalamah Official, pada Jumat, 27 Februari 2026, berikut adalah beberapa amalan yang harus disiapkan di malam Lailatul Qadar.

1. Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir dengan Ibadah

Menurut Ustadz Khalid Basalamah, kunci utama meraih Lailatul Qadar adalah dengan menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Hal ini merujuk pada praktik Rasulullah SAW yang meningkatkan intensitas ibadah ketika memasuki fase akhir bulan suci.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengencangkan ikatan sarungnya, menghidupkan malam dengan salat, serta membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.

Makna dari ungkapan tersebut adalah kesungguhan dalam beribadah dan fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan, umat Islam dianjurkan tidak hanya beribadah di malam ke-27 saja, melainkan di seluruh malam ganjil pada sepuluh hari terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

2. Memperbanyak Salat Malam dan Iktikaf

Amalan yang paling dianjurkan adalah memperbanyak salat malam, baik tarawih maupun tahajud.

Salat malam menjadi ibadah utama untuk menghidupkan suasana spiritual dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.

Selain itu, iktikaf di masjid juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki kesempatan dan kemampuan.

Iktikaf dilakukan dengan niat berdiam diri di masjid untuk beribadah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta menjauhi aktivitas duniawi yang tidak mendesak.

Ustadz Khalid Basalamah menekankan, esensi dari ibadah tersebut adalah kesungguhan dan keikhlasan, bukan sekadar kuantitas rakaat atau lamanya waktu di masjid.

3. Memperbanyak Doa dan Memohon Ampunan

Salah satu amalan yang secara khusus dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:

“Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.”

Doa ini berarti, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, inti dari Lailatul Qadar adalah permohonan ampun dan pengharapan akan rahmat Allah SWT.

Oleh sebab itu, memperbanyak istigfar, zikir, serta doa-doa kebaikan menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

4. Membaca Al-Qur’an dan Bersedekah

Selain salat dan doa, membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting yang sebaiknya dipersiapkan.

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga memperbanyak tilawah di malam-malam terakhir memiliki nilai keutamaan tersendiri. Tidak kalah penting, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.

Amal sosial seperti membantu sesama, memberi makan orang berbuka, dan berbagi rezeki termasuk dalam rangkaian kebaikan yang dapat mendatangkan pahala berlipat ganda di malam penuh kemuliaan tersebut.

5. Momentum Evaluasi dan Perbaikan Diri

Lebih jauh, Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan bahwa Lailatul Qadar bukan sekadar momentum mengejar pahala besar, tetapi juga waktu terbaik untuk melakukan evaluasi diri.

Seorang Muslim dianjurkan merenungi perjalanan hidupnya, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta memperkuat komitmen untuk istiqamah setelah Ramadan berakhir.

Dengan mempersiapkan diri melalui salat malam, doa, zikir, membaca Al-Qur’an, dan amal saleh lainnya, peluang meraih keutamaan Lailatul Qadar akan semakin terbuka.

Tags:
Lailatul QadarAmalan Malam Lailatul QadarMalam Lailatul QadarUstadz Khalid Basalamah

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor