BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Sebulan sudah tragedi longsor Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 103 orang menjadi korban ditemukan meninggal dunia.
Adapun pemakanan korban tidak teridentifikasi dilaksanakan di Pemakaman Tanahmati di Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung pada Jumat, 27 Februari 2026
Prosesi pemakaman ini turut dihadiri aparat kewilayahan, serta perwakilan baik dari kepolisian hingga kepala daerah.
"Ada 10 jenazah dengan 10 peti mati yang dikuburkan dalam satu hamparan," kata Sekda Bandung Barat, Ade Zakir, Jumat 27 Februari 2026.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sumbang Rp3 M untuk Korban Longsor Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Kucurkan Rp7,3 M?
Pantauan di lokasi, pemakaman dihadiri oleh ratusan warga. Sebagian dari mereka adalah orang yang datang karena keluarganya masih hilang akibat terjangan longsor pada Sabtu 24 Januari 2026 dini hari.
Salat jenazah pun langsung digelar saat seluruh peti mati tersusun rapi. Pelaksanaan salat terlihat begitu khidmat.
Setelah salat jenazah dilaksanakan, satu per satu peti jenazah diangkat kemudian dimasukkan dalam satu liang lahat dengan lebar sekitar 1,7 meter dan panjang sekitar 7 meter.
"Kami menerima penyerahan 10 jenazah dari Rumah Sakit Sartika Asih. Tadi serah terima pagi-pagi jam 10. Lanjut kita ke sini, salat Jumat, setelah salat Jumat baru ke pemakaman ini," ucap dia.
Baca Juga: Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Longsor Cisarua, 101 Kantong Jenazah Dievakuasi
Ade mengungkapkan, jenazah yang dilakukan pemakaman massal tersebut merupakan jenazah yang statusnya belum teridentifikasi.
Pemeriksaan dari tim DVI, 10 DNA jenazah tersebut tidak ada yang cocok dengan DNA warga yang dilaporkan hilang akibat longsor.
Dia menyebutkan, ada 80 warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang dan diduga terkubur material longsor.
Dalam tiga minggu pencarian, ada 64 warga yang berhasil diidentifikasi dan berada pada daftar 80 orang yang dilaporkan hilang atau berstatus dalam pencarian.
Baca Juga: Tawa Kecil Bangkit di Tengah Luka Longsor Pasirlangu
"Jadi 64 teridentifikasi dan sekarang 10 yang belum teridentifikasi. Tapi kalau nanti ke depan diketahui ada data atau fakta yang baru, atau ada tes DNA yang cocok, barangkali tinggal mengganti batu nisan," ujarnya. (gat)