BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Sebuah mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bojong Longok, Kecamatan Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, dicuri di Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Pemilik mobil SPPG, Amirudin, 48 tahun, menjelaskan, kaca mobil depan dipecahkan pelaku. Hal tersebut berdasarkan temuan pecahan kaca di lokasi.
"Kemungkinan pecahan kaca itu pelaku memecahkan kaca mobil bagian kanan kursi pengemudi," kata Amirudin kepada Poskota di rumahnya, Kampung Nanggela, Desa Sukmajaya, Rabu, 25 Februari 2026.
Mobil Grand Max 2022 putih berpelat nomor F 8451 HS selesai digunakan mengecek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu, 22 Februari 2026.
Baca Juga: Bolehkah Dana Zakat Dipakai untuk MBG? Ini Penjelasan Resmi Kemenag
Setelah itu, ia pulang ke rumahnya dan memakirkan mobil di sebuah lahan kosong. Amirudin mengatakan, mobil tersebut hanya sesekali dibawa ke rumahnya, sedangkan ia tidak jarang menggunakan motor.
"Memang biasa jika mobil tempat kerjaan dibawa pulang selalu diparkir di kebun kosong tersebut. Baru Minggu dini hari kemarin mobil bisa hilang dicuri, tidak menyangka aja ada tulisan MBG program pemerintah pelaku masih aja nekad untuk mencurinya," ujarnya.
Ia menyebutkan, mobil yang terparkir di lahan kosong itu hilang sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Amirudin hendak mengantar anaknya bekerja.
"Pada saat jam segitu ada warga sebetulnya masih ada yang nongkrong. Tapi karena merasa tidak tahu pelaku akhirnya dapat berhasil mencuri mobil MBG langsung dibawa kabur ke arah Billabong," ucapnya.
Baca Juga: Selama Ramadhan, MBG di Sekolah Depok Dikemas untuk Konsumsi di Rumah
Menurutnya, mobil itu dipakai untuk mendistribusikan paket MBG ke 14 sekolah di Sukabumi. Dengan raibnya mobil, operasinal pun bisa terganggu.
"Mobil yang hilang sehari-hari dipergunakan untuk mengantarkan omprengan dan belanja untuk kebutuhan MBG. Dengan hilangnya mobil satu pasti akan terganggu pendistribusian untuk omprengan ke 14 sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi jumlahnya bisa ratusan omprengan. Untung ini lagi pas bulan puasa sehingga tidak ada pengantaran ke sekolah," tuturnya.
Sementara itu, ia telah melaporkan kasus pencurian mobil ke Polsek Tajurhalang. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus dengan kerugian yang ditaksir sebesar Rp120 juta.
"Saya pulang seminggu sekali ke rumah. Biasa naik motor dan juga suka bawa mobil. Ini bawa mobil karena sedang tidak aktifitas pengantaran tapi malah musibah mobil hilang. Kejadian pencurian mobil ini sudah dilaporkan ke Polsek Tonjong (Tajurhalang)," tuturnya.
Pada saat Amirudin mencoba menanyakan perkembangan proses penyelidikan ke penyidik Reskrim Polsek Tajurhalang, masih dalam penyelidikan.
"Selasa kemarin saya datang ke Polsek Tajurhalang untuk menanyakan perkembangan proses penyelidikan laporan mobil saya yang hilang. Kata anggota masih dalam penyelidikan," tuturnya.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Pandeglang Siap Tunjang Kebutuhan Pangan MBG
Terpisah, Ketua RT setempat, Eden mengatakan, kasus pencurian baru kali pertama terjadi di lingkungannya.
"Seumur-umur pencurian mobil baru tahun ini terjadi. Banyak mobil warga di parkir pinggir Jalan Raya Sukmajaya tidak kenapa-kenapa. Malah ini yang diparkir mobilnya kebun-kebun dekat rumah kosong malah bisa hilang dicuri," ujar dia.
Eden menuturkan, ronda malam jarang dilakukan, karena wilayahnya diyakini aman.
"Kejadian pencurian ini baru sekali terjadi ini. Sehingga tidak ada ronda karena dianggap sudah aman tidak pernah ada kejadian sebelum-belumnya," ucap dia.
Sementara itu, Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito mengatakan, petugas kepolisian sedang mengumpulkan bukti-bukti.
"Olah TKP sudah dan mencari barang bukti rekaman kamera CCTV warga sudah kita kumpulkan," tuturnya.
Ia memastikan, pihaknya mengejar pelaku pencurian mobil pengantar MBG tersebut.
"Kasus pencurian mobil MBG ini masih dalam penyelidikan. Pelaku masih dikejar anggota Opsnal," pungkasnya.