Penjelasan dr Tirta terkait mengonsumsi makanan berat ketika berbuka puasa. (Sumber: Youtube/Raditya Dika)

RAMADHAN

Buka Puasa Pakai Makanan Berat? Begini Saran Dokter Tirta

Senin 23 Feb 2026, 15:10 WIB

POSKOTA.CO.ID - Waktu berbuka puasa adalah momen yang paling dinantikan umat Islam setelah hampir 12 jam menahan rasa lapar dan haus.

Hal tersebut membuat banyak masyarakat terbayang akan santapan nikmat saat adzan Maghrib berkumandang,

Namun, pemilihan menu berbuka puasa tidak bisa dianggap sepele. Usai seharian sistem pencernaan kosong maka perlu adaptasi kembali agar teta nyaman dan terjaga.

Sebagian orang memilih untuk menyantap takjil ataupun makanan ringan terlebih dahulu. Namun, sebagian lainnya memilih berbuka dengan makanan berat.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Buka Puasa Gratis di Jakarta, Ramai Diserbu saat Ramadhan

Makanan berat adalah hidangan utama yang mengenyangkan, relatif tinggi kalori dan kaya nutrisi. Biasanya, mengandung kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak.

Bolehkah Makan Berat Saat Buka Puasa

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta tidak menyarankan untuk berbuka puasa langsung dengan makanan berat.

Dilansir dari Youtube podcast Raditya Dika, dr Tirta mengatakan berbuka puasa dengan makanan berat akan menimbulkan risiko dispepia hingga GERD karena lambung langsung 'kerja keras' setelah kosong hampir seharian.

"Jawaban awamnya nanti lambung kaget," kata Dokter Tirta.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Buka Puasa di Jakarta yang Enak dan Murah, Cocok untuk Bukber

"Bayangin dalam waktu 12 jam tuh lambung kosong. Asam lambung naik, naik sampai sini (kerongkongan). Jadi, otomatis kalau kita langsung kasih makanan berat, dia bisa ada risiko dispepsia alias perut sebah, asam lambungnya naik terus, bisa potensi GERD nanti. Dari dispepsia jadi GERD," katanya

Dokter Tirta justru menyarankan berbuka puasa dengan air lalu makanan yang lembut, jeda dengan salat Magrib sebelum menyantap makanan berat.

"Makanya disarankan takjil dahulu, minum air putuh atau air yang segar, ditambah dengan takjil, lalu salat magrib, baru makan yang berat," tegasnya..

Tags:
Berbuka PuasaDokter TirtaMakanan BeratMenu Buka Puasa

Herdyan Anugrah Triguna

Reporter

Herdyan Anugrah Triguna

Editor