GAMBIR, POSKOTA.CO.ID - Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang ditemukan tewas di sebuah kamar lantai 25 Hotel Merlyn Park kamar 2551, Jakarta Pusat, pada Rabu 18 Februari 2026 kemarin.
Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Ady Wijaya mengatakan WN Jepang bernama Kaifuki Hiroaki, 59 tahun, ditemukan tewas pada pagi hari setelah petugas gabungan mengecek kamar korban.
Posisi ditemukan terlentang di tempat tidur," kata Agus kepada wartawan dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
Disampaikannya, korban saat itu berencana melakukan kunjungan kerja ke perusahaan Suzuki Indomobil yang berlokasi di wilayah Tambun, Bekasi, Jawa Barat.
Baca Juga: Iseng Bekerja Sebagai DJ, Dua WN Jepang Dicokok Imigrasi
Dalam kasus ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Berdasar penyelidikan awal, saat itu rombongan korban berjumlah 24 orang hendak berangkat dari Hotel menuju perusahaan tersebut.
Namun, saat itu korban tidak kunjung tiba di loby hotel dan membuat rombongan lain bertanya-tanya.
Seorang saksi berinisial R bersama petugas keamanan dan rekan korban berinisial S kemudian langsung menuju kamar korban dengan maksud ingin melihat keadaannya.
"Kemudian mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban," ungkap Agus.
Baca Juga: WN Jepang Gunakan Jasa PSK di Bawah Umur Diciduk Polisi
Pihak hotel kemudian membuka paksa lamar korban yang terkunci dari dalam. Saat pintu terbuka, korban sudah dalam posisi terlentang di tempat tidur.
"Saksi S mengecek pernapasan korban melalui hidung namun tidak ada respon," tutur Agus.
Atas kejadian tersebut saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak manajemen dan diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Metro Gambir.
Kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi. Setelahnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangkunkusumo (RSCM).
Baca Juga: Palak WN Jepang di Mangga Besar, Dua Pelaku Dibekuk Polisi
Dari hasil pemeriksaan fisik, Agus memastikan pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad WN Jepang itu.
"Hasil pengecekan awal luar tim identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," jelas dia.
Kepolisian mengamankan sejumlah barang pribadi korban, seperti sepatu, koper, power bank, telepon seluler, dompet, jam tangan, dan paspor.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian WNA tersebut.