Warga Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat, menolak pembangunan rumah duka dan krematorium, dengan menggelar unjuk rasa. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres

Minggu 22 Feb 2026, 12:01 WIB

KALIDERES, POSKOTA.CO.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, William Aditya Sarana menyoroti pembangunan rumah duka dan krematorium di perumahan kawasan Kalideres, Jakarta Barat, yang mendapat penolakan dari warga.

Ia mengingatkan bahwa Pasal 7 Peraturan Daerah (Perda) Nomor (No) 7 Tahun 2007 tentang Pemakaman mengharuskan agar tempat pembakaran jenazah tidak dibangun di dalam wilayah padat penduduk.

"Berdasarkan Pasal 7 Perda Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemakaman, salah satu pertimbangan yang harus diambil oleh gubernur dalam menetapkan tempat pembakaran jenazah adalah lokasinya tidak berada dalam wilayah padat penduduk," kata William dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Adapun dua krematorium yang sedang dibangun berlokasi di Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Tegal Alur dekat Taman Kencana dan Kelurahan Kalideres dekat Sekolah Dian Harapan.

Baca Juga: Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres Ditolak Warga

Sedangkan, rumah pembakaran mayat ini, salah satunya, dibangun di RW 06 Tegal Alur. Di mana, kawasan itu merupakan wilayah yang padat penduduk.

William mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih memerhatikan lagi tata ruang yang ada, khususnya di Kecamatan Kalideres.

"Nah, dalam tata ruang kita itu kan ada keterangan warna-warnanya. Warna kuning itu wilayah padat penduduk. Sementara, warna merah itu kantor pemerintahan. Warna ungu misalnya itu untuk daerah komersial," katanya.

Disamping itu, William juga menyoroti terkait pembangunan dua krematorium yang dilakukan secara berdekatan tersebut. Menurutnya, hal ini perlu dikaji lebih lanjut lagi.

"Padahal, tanahnya bisa digunakan untuk mendirikan sarana dan prasarana lainnya yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat sekitar," tutur dia.

Tags:
William Aditya SaranaJakarta BaratKalidereskrematoriumrumah dukaDPRD DKI Jakarta

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor