JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Genangan air masih terlihat menguasai lantai dasar Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026 siang. Deretan kios yang biasanya ramai pengunjung tampak tertutup rapat. Suasana pasar lengang, hanya diisi sejumlah pedagang yang sibuk mengeringkan lantai dan merapikan barang dagangan pasca banjir.
Pantauan di lokasi, sebagian besar pedagang tidak dapat beraktivitas. Air yang sempat menggenang sejak pagi meninggalkan lumpur dan kotoran di dalam kios. Beberapa petugas pasar turut membantu proses pembersihan agar area perdagangan dapat kembali digunakan.
Salah satu pedagang pakaian, Leni, mengatakan banjir mulai masuk ke dalam kiosnya sekitar pukul 05.30 WIB. Ketinggian air mencapai lutut dan masuk dari bagian belakang pasar yang berbatasan dengan aliran kali.
“Dikabarin pas sahur sama keamanan pasar. Begitu sampai di sini, air sudah masuk ke toko,” ujarnya sambil membersihkan sisa genangan.
Baca Juga: Karung Berisi Pasir Dipakai Menahan Banjir Masuk ke Pasar Cipulir
Meski demikian, Leni bersyukur barang dagangannya selamat karena telah diletakkan di tempat yang lebih tinggi. Ia mengaku sudah mengantisipasi kemungkinan banjir, mengingat kawasan Pasar Cipulir kerap terdampak ketika hujan deras turun. “Alhamdulillah barang aman karena ditaruh di atas meja,” katanya.
Namun, hari itu ia tidak dapat berjualan. Kios dibuka hanya untuk membersihkan dan menata kembali area toko.
Tidak jual satu potong pun. Datang cuma buat bersih- bersih saja,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Malik, pedagang celana jeans. Ia juga terpaksa menutup aktivitas jual beli dan fokus menyelamatkan barang dagangannya. “Hari ini enggak jualan, cuma beresin toko dan ngamankan barang,” ujarnya.
Baca Juga: Pasar Cipulir Jaksel Banjir, Pedagang Gigit Jari Tak Bisa Jualan
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Harapan itu semakin besar mengingat saat ini memasuki momentum Ramadhan hingga Lebaran, periode yang biasanya menjadi puncak penjualan bagi pedagang pakaian.
“Semoga ke depan enggak banjir lagi. Kalau pasar ramai, ekonomi juga jalan,” kata Malik.
Karung Pasir Jadi Solusi Darurat
Sementara itu, pengelola Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menggunakan karung berisi pasir dan tanah urukan sebagai penghalang sementara untuk mencegah air masuk ke area pasar saat terjadi genangan di jalan sekitar.
Pengelola Pasar Cipulir, Awan, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya darurat guna meminimalkan dampak banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Baca Juga: Rusak Terdorong Akar Pohon, Turap di Pasar Cipulir Jaksel Diperbaiki
“Upaya ini memang tidak sepenuhnya bisa menahan air, tetapi cukup membantu agar kondisi tidak semakin parah,” ujar Awan.
Ia menambahkan, penggunaan karung pasir merupakan bentuk penanganan sementara yang dilakukan pihak pengelola sambil menunggu solusi permanen.
Selain memasang penghalang, pengelola juga mengandalkan pompa air untuk mempercepat proses penyusutan genangan ketika banjir terjadi.
“Penyedotan air dilakukan agar genangan lebih cepat surut,” katanya.
Di sisi lain, proyek pembangunan turap di depan kawasan Pasar Cipulir saat ini masih berlangsung. Pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penanganan jangka panjang terhadap persoalan banjir.