Revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Revitalisasi Taman Semanggi Telan Rp134 Miliar, Pramono Anung Tegaskan Tanpa APBD

Jumat 20 Feb 2026, 17:39 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Februari 2026.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa revitalisasi Taman Semanggi membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar. 

Ia mengatakan, seluruh pembiayaan proyek tersebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui kerja sama dengan mitra swasta. 

"Tempat ini untuk pembangunannya membutuhkan biaya kurang lebih Rp 134 miliar rupiah. Dan itu sepenuhnya bukan dari APBD. Mitra kami mengeluarkan dana cukup besar 134 miliar rupiah, harus juga kemudian mendapatkan manfaat dari Semanggi nanti yang menjadi lebih baik," ujar Pramono. 

Baca Juga: Komunitas Sungai di Bogor Minta Kementerian PU Bangun Kolam Retensi untuk Kendalikan Banjir

Pramono mengungkapkan, dalam skema ini mitra akan menanggung biaya pembangunan sekaligus memperoleh hak pengelolaan kawasan selama kurang lebih 10 tahun, ditambah masa konstruksi sekitar satu setengah tahun, sehingga total pengelolaan mencapai 11,5 tahun.

"Mereka akan mengelola tempat ini kurang lebih 10 tahun, ditambah dengan pembangunan satu setengah tahun, jadi 11,5 tahun. Nama tempat ini tetap Semanggi. Supaya enggak salah, nama ini tetap Semanggi, enggak ada perubahan nama," ucap Pramono," ucap Pramono. 

Lebih lanjut, proyek penataan ulang ruang publik ikonik di jantung Ibu Kota ini ditargetkan rampung pada 22 Juni 2027, bertepatan dengan peringatan hari jadi Jakarta sekaligus momentum menuju usia 500 tahun kota ini.

"Saya berharap tanggal 22 Juni sudah selesai, karena itu menjadi ulang tahunnya Jakarta, sekaligus 500 tahun buat Jakarta, kita menandai dengan dibangunnya Semanggi ini," ungkap Pramono. 

Baca Juga: Selama Ramadhan, MBG di Sekolah Depok Dikemas untuk Konsumsi di Rumah

Pramono juga mengingatkan, kawasan Semanggi memiliki nilai sejarah yang kuat. Taman dan simpang ini pertama kali digagas oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada tahun 1962.

Empat helai daun semanggi yang menjadi simbol kawasan tersebut menggambarkan fungsi, konektivitas, transformasi, serta estetika dan kehidupan gagasan yang menurut Pramono masih sangat relevan hingga hari ini.

"Sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta ingin tempat ini betul-betul menjadi tempat yang ikonik, tempat yang semua orang bisa memanfaatkan dengan baik, dan tempat ini akan menjadi tempat yang menggambarkan bahwa ada regenerasi dari gagasan-gagasan Bung Karno pada waktu itu yang masih kontekstual dengan hari ini," ucap dia. 

Pramono menjelaskan, taman seluas enam hektare ini akan dibuat lebih mudah diakses dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya. Ia pun memastikan proyek revitalisasi tidak akan mengganggu lalu lintas di sekitar kawasan.

Baca Juga: Truk Terperosok Ganggu Proses Angkut Sampah di Tangerang, DLHK Pastikan Sudah Normal

"Tempat ini nanti akan terhubungkan menjadi lebih mudah, lebih baik, di taman yang kurang lebih 6 hektare," kata Pramono. 

"Tetapi yang paling penting saya sudah menyampaikan, ini tidak mengganggu lalu lintas yang ada. Karena bagaimanapun ini adalah transportasi utama di Jakarta, etalase utamanya Jakarta," ujarnya. (cr-4)

Tags:
JakartaAPBDPramono AnungSemanggirevitalisasi taman semanggirevitalisasi

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor