PESANGGRAHAN, POSKOTA.CO.ID - Keberadaan tanggul yang jebol di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bhineka, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan disebut menjadi salah satu penyebab banjir yang melanda permukiman warga di RW 09.
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam melakukan peninjauan langsung terhadap tanggul yang jebol tersebut pada Jumat. 20 Februari 2026.
Tanggul atau pagar RPTRA setinggi 5 meter di lokasi tersebut tampak jebol, sehingga air pada aliran Kali Pesanggrahan itu tumpah dan menggenangi permukiman warga.
"Ada pagar jebol, pagar taman RPTRA saya juga mendengarkan keluh kesah dari masyarakat nanti kami akan berkoordinasi dengan suku dinas terkait termasuk dengan Pak Camat solusi terbaiknya seperti apa, bagaimana pengerukannya, agar ini tidak terulang lagi, tidak terjadi lagi," kata Seala di lokasi.
Baca Juga: Jalan di Depok Tergenang Luapan Kali Baru
Seala mengungkapkan, ia mendapat laporan adanya tanggul atau pagar jebol di kawasan RPTRA itu sekitar pukul 04.30 WIB dini hari.
"Karena ini terjadi dari jam setengah 5 pagi tadi pas sahur," ungkapnya.
Merespons hal itu, Seala menyebut pihaknya telah melakukan penanganan sementara terhadap tanggul yang jebol, yakni meletakkan sejumlah karung berisi pasir dan puing.
"Penanganan sementara tadi ini ditutup dulu nih pakai karung pasir, puing-puing untuk sementara sambil saya (berkoordinasi) dengan Pak Camat, dan suku dinas terkait," kata dia.
Baca Juga: Kereta Bandara Soetta Tabrak Truk di Poris Tangerang, Rangkaian Keluar Jalur
Ia memastikan, personil akan berjaga di sekitar lokasi sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, Seala memastikan bantuan terhadap warga terdampak banjir sudah diberikan.
"Terrmasuk memberikan bantuan berupa dapur umum tadi dari Polsek Pesanggrahan, tempat pengungsian sementara untuk warga, terus masakan-makakan dari dapur MBG kita geser semua untuk pengungsi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 07 RW 09, Wawan mengatakan, tanggul jebol diduga karena tidak kuat menahan air saat hujan deras mengguyur.
"Jadi awalnya ini hanya pagar RPTRA kan, kemudian ini memang bangunan2 yang sudah lama semenjak RPTRA ini jadi. Nah mungkin karena posisi atau kualitasnya mungkin kurang bagus jadi pada saat air itu curah hujan tinggi nah roboh, hanya ini yang jebol," ucap Wawan.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Bandara Soetta vs Truk, Polisi Lakukan Pengalihan Lalin
Akibat jebolnya tanggul tersebut, sejumlah rumah warga yang berada di RW 09 Kelurahan Petukangan Utara tergenang air yang berasal dari luapan kali tersebut.
"Jumlah sekitar 150 jiwa untuk sekitar sini. Kalau untuk jumlah keseluruhan dari RT 01 sampai RT 10 di RW 09," ungkap dia.
Lebih lanjut, Wawan mengaku saat ini telah berkoordinasi dengan lintas sektor guna mengatasi banjir serta tanggul yang jebol tersebut.
"Sejauh ini koordinasi udah cukup baik dari pihak Kelurahan, Kecamatan, kemudian dari anggota dewan dan saat ini sudah ditinjau langsung oleh Ibu Kapolsek Pesanggaragn dengan memberikan atensi bahwa nanti akan ditindaklanjuti untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya. (pan)