Kawasan Rawa Terate, Jakarta Timur, Kamis, 19 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Waspada Cuaca Ekstrem, Warga Rawa Terate Cerita Langganan Banjir Saat Ramadhan

Kamis 19 Feb 2026, 16:08 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia pada awal Ramadhan, 15-21 Februari 2026.

Peringatan cuaca buruk ini menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya warga yang menetap di kawasan langganan banjir seperti Rawa Terate, Jakarta Timur.

Setiap tahunnya, wilayah ini sangat rentan menjadi lokasi banjir, apalagi memasuki puncak musim penghujan.

Sebagai contoh, pantauan Poskota di Rawa Terate, Kamis, 19 Februari 2026 pagi ketika hujan mengguyur, kondisi Kali Cakung Drain sudah hampir menyentuh jalan. 

Baca Juga: Cegah Tawuran Selama Ramadhan, Polda Metro Jaya Siagakan Brimob di Titik Rawan

Rawa Terate Langganan Banjir

Warga Rawa Terate, Jakarta Timur bercerita tentang lingkungan tempat tinggalnya yang kerap menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi.

Salah satu warga, Titi, 66 tahun menyebut kondisi banjir bukan hal baru, bahkan tahun lalu air menggenangi kawasan tersebut saat puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri. Ia mengatakan, jika hujan terjadi terus menerus dalam waktu yang lama, maka air akan cepat naik.

“Iya emang sering. Tahun lalu juga pernah, malah lebaran juga pernah banjir. Emang di sini mah langganan banjir, bukannya ini lagi. Kalau hujannya terus-terusan dari malam dan kencang, nah itu baru naik,” ujar Titi saat ditemui Poskota, Kamis, 19 Februari 2026.

Titi juga menyinggung upaya pengerukan saluran air yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu. Menurutnya, langkah tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan banjir.

Baca Juga: Jalan Pasar Kemis Bakal Diperbaiki, DBMSDA Kabupaten Tangerang Sebut Anggaran Rp26,61 Miliar

“Bulan lalu kan digali, dikeruk kedalamannya. Ya tetap aja naik. Katanya mau diperbaiki pinggirannya, mau dikasih batu atau apa, tapi sampai sekarang enggak ada kelanjutannya,” kata dia.

Dalam menghadapi ancaman banjir, ia mengaku tak banyak yang bisa dilakukan karena rumahnya hanya satu lantai. Jika banjir datang, maka perabotan dan barang-barang elektronik di rumahnya akan terendam banjir.

“Kalau saya sih emang udah pasrah aja. Mau kelelep mau enggak, kita udah enggak punya apa-apa,” ucap Titi.

Selain dampak kerusakan materiil, banjir yang terjadi di kawasan ini juga menyebabkan masalah kesehatan bagi warga.

“Kemarin ini badan saya luka-luka semua, gatal-gatal. Waktu banjir, airnya bikin kulit jadi enggak enak,” ungkap Titi.

Baca Juga: Keluhan Warga soal Gubuk di Pinggir Tol JORR, Pemkot Jakbar Lakukan Koordinasi

Sementara itu, hal serupa disampaikan warga lainnya, Siti, 43 tahun. Ia bersyukur bahwa hujan deras yang mengguyur kawasan Rawa Terate pagi ini tidak sampai menimbulkan banjir.

“Alhamdulillah tadi pagi hujan lumayan, tapi enggak sampai banjir,” kata Siti. 

Namun Siti memiliki rumah bertingkat, sehingga dapat melakukan antisipasi lebih baik jika terjadi genangan banjir.

“Kalau antisipasi, kita paling naikin barang-barang ke lantai dua, kayak perabotan sama surat-surat penting,” ungkapnya. 

Siti juga mengaku rutin memantau informasi cuaca dari BMKG melalui televisi, terlebih karena pengalaman banjir saat Ramadan tahun lalu masih membekas.

“Informasi dari BMKG kita pantau di TV. Tahun kemarin pas puasa juga banjir soalnya,” ujarnya. (cr-4)

Tags:
Rawa TeratebanjirRamadhanLangganan Banjircuaca ekstrem

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor