JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kondisi pasar otomotif nasional selama periode 2025 bisa dikatakan belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan data retail sales atau penjualan ritel mobil baru di Indonesia, selama 2025 tercatat hanya berada di kisaran 830 ribuan unit.
Situasi tersebut mencerminkan adanya perlambatan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru di Indonesia.
Namun, di tengah tekanan pasar domestik tersebut, kinerja eskpor mobil baru justru menunjukkan arah yang berbeda.
Baca Juga: Kontes Mekanik Daihatsu 2026 Digelar, Ini Daftar Bengkel Terbaik Nasional
Ekspor CBU Nasional Menguat
Secara keseluruhan, ekspor mobil utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Indonesia dilaporkan naik sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu kontributor utama berasal dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Direktur Marketing dan Corporate Communications ADM, Sri Agung Handayani, menyebutkan bahwa capaian ekspor perusahaan bahkan melampaui pertumbuhan nasional.
“Kami justru mengalami naik 13 persen dibandingkan tahun lalu,” ucap Sri Agung Handayani di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sepanjang 2025, ADM membukukan ekspor CBU sebanyak 124 ribu unit. Jumlah tersebut meningkat dari 110 ribu unit pada 2024, atau tumbuh sekitar 13 persen secara tahunan.
Baca Juga: Tak Perlu ke Dealer, Input Data Motor Honda Kini Bisa Mandiri via Aplikasi
Kolaborasi dengan Toyota dan Mazda
ADM juga menyampaikan bahwa ekspor dilakukan bersama dua mitra lainnya, yakni Toyota Motor Corporation dan Mazda Motor Corporation.
Secara gabungan, ekspor CBU pada 2025 diklaim menyentuh angka 33 persen. Kendaraan produksi Indonesia dari kolaborasi tersebut telah dikirim ke lebih dari 60 negara.
Negara tujuan ekspor tersebar di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.
Filipina Jadi Pasar Terbesar
Berdasarkan distribusinya, Filipina menjadi negara tujuan utama ekspor Daihatsu dengan porsi 34,8 persen dari total pengiriman.
Sementara itu, ekspor ke Jepang tercatat mencapai 9,7 persen. Adapun Meksiko menyumbang 8,6 persen dari total kendaraan yang dikapalkan.
Baca Juga: IIMS 2027 Mundur ke Mei, Dyandra Siapkan Hall Baru 20.000 Meter Persegi di JIExpo Kemayoran
Dari sisi model, segmen Low SUV menjadi tulang punggung ekspor. Model seperti Daihatsu Terios mendominasi hingga 46 persen dari total unit yang dikirim ke luar negeri.
Di posisi berikutnya terdapat model hatchback dengan kontribusi sekitar 20 persen.
“Pencapaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global, terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia,” tutur Agung.
Perkuat Manufaktur dan Rantai Pasok
ADM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing industri otomotif nasional melalui penguatan kualitas manufaktur dan optimalisasi rantai pasok lokal.
Peningkatan ekspor dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri otomotif Indonesia, terutama saat permintaan domestik belum sepenuhnya stabil.
Di tengah tantangan pasar dalam negeri, kinerja ekspor menjadi indikator bahwa produk otomotif buatan Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global.