Pemerintah China melalui MIIT mewajibkan kontrol fisik untuk fungsi penting mobil mulai 1 Juli 2027. (Sumber: Lepas)

OTOMOTIF

China Wajibkan Tombol Fisik di Mobil Mulai 2027, Era Dashboard Full Layar Berakhir?

Rabu 18 Feb 2026, 18:10 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Desain interior mobil asal China dalam beberapa tahun terakhir identik dengan kokpit minimalis dan layar besar sebagai pusat kendali.

Banyak produsen memangkas hampir seluruh tombol fisik dan menggantinya dengan ikon digital di layar sentuh. Namun, pendekatan tersebut kini mendapat perhatian serius dari regulator.

Pemerintah China melalui Ministry of Industry and Information Technology of the People's Republic of China (MIIT) tengah merevisi standar nasional terkait sistem kontrol kendaraan.

Mengutip laporan CarNewsChina, MIIT melakukan pembaruan terhadap regulasi GB4094-2016 yang mengatur penandaan komponen kontrol, indikator, serta perangkat sinyal kendaraan.

Baca Juga: Genesis Tampilkan Harga Resmi dalam Rupiah, Sinyal Penjualan di Indonesia Dimulai

Aturan baru ini secara tegas mewajibkan kehadiran kontrol fisik untuk sejumlah fungsi penting, sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada layar sentuh.

Regulasi ini rencananya akan mulai berlaku untuk semua kendaraan yang diproduksi mulai 1 Juli 2027. Ini artinya, desain interior semua model baru kendaraan roda empat setelah tanggal tersebut harus disesuaikan.

Fungsi Vital Tak Boleh Tersembunyi di Layar

Beberapa fungsi yang diwajibkan memiliki tombol atau tuas fisik antara lain lampu sein, lampu hazard, klakson, pemindah gigi transmisi (P-R-N-D), serta sakelar aktivasi advanced driver assistance system (ADAS).

Tak hanya itu, pengaturan wiper, defogger, power window, sistem panggilan darurat, hingga sakelar pemutus daya pada kendaraan listrik juga harus berbentuk kontrol fisik. MIIT bahkan melarang metode perpindahan transmisi yang sepenuhnya mengandalkan layar sentuh.

Baca Juga: Suzuki Siapkan Mobil Listrik Baru pada 2026, Berbagi Basis dengan e Vitara

Regulasi baru ini juga mengatur detail teknis. Komponen kontrol harus memiliki posisi tetap, dapat dioperasikan tanpa melihat (blind operation), serta memberikan umpan balik taktil atau suara. Area sentuh minimal ditetapkan seluas 10 mm x 10 mm.

Lebih jauh, fungsi dasar tersebut tetap harus dapat digunakan meskipun sistem utama kendaraan mengalami gangguan atau kehilangan daya.

Respons terhadap Minimalisme Ekstrem

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap tren minimalisme ekstrem di mobil energi baru China. Banyak produsen berlomba menghadirkan dashboard bersih tanpa tombol demi kesan futuristis. Satu layar besar menjadi pusat komando, kadang dipadukan dengan layar tambahan untuk penumpang depan.

Dalam perspektif human machine interface (HMI), ketergantungan penuh pada layar sentuh berpotensi meningkatkan distraksi visual dan beban kognitif pengemudi.

Baca Juga: Aerox Alpha Panaskan Bandung dan Surabaya Lewat GTA 2026, Modifikasinya Anti Mainstream

Mengakses submenu di layar saat berkendara tentu berbeda dengan menekan tombol yang posisinya sudah dihafal secara intuitif.

Proses revisi aturan ini telah dimulai sejak 2023 dan melibatkan sejumlah pemain besar industri seperti Geely, FAW-Volkswagen, BYD, serta Great Wall Motor bersama lembaga riset otomotif nasional. Draf regulasi untuk komentar publik disebut telah rampung dan akan segera dirilis secara resmi.

Lebih lanjut, perubahan standar ini berpotensi berdampak luas, termasuk pada pasar ekspor. Banyak mobil listrik buatan China saat ini dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan adanya aturan domestik baru, desain interior model global kemungkinan ikut menyesuaikan.

Singkatnya, era dashboard serba layar mungkin belum sepenuhnya berakhir. Namun pesan regulator sudah jelas, modern dan minimalis tetap diperbolehkan, selama kontrol dasar kendaraan tetap intuitif, mudah dijangkau, serta aman digunakan dalam berbagai kondisi berkendara.

Tags:
MIITChina dashboard full layarmobiltombol fisik di mobil

Erwan Hartawan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor