Ilustrasi. Tokoh Islam Nusantara yang diakui dunia (Sumber: Pinterest/arditaveliju)

RAMADHAN

Tokoh Islam Nusantara yang Diakui Dunia, Ini 5 Ulama Indonesia Paling Berpengaruh

Selasa 17 Feb 2026, 19:22 WIB

POSKOTA.CO.ID - Ulama memiliki posisi sentral dalam tradisi Islam sebagai pewaris ajaran para nabi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW menegaskan bahwa para nabi tidak mewariskan harta, melainkan ilmu.

Warisan keilmuan inilah yang terus dijaga dan dikembangkan oleh para ulama di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Universita Insan Cita Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026. Sejarah mencatat, Indonesia melahirkan banyak ulama besar yang pengaruhnya melampaui batas geografis.

Karya-karya mereka dipelajari di Timur Tengah, Asia Tenggara, hingga lembaga pendidikan Islam ternama dunia.

Baca Juga: Deretan Pahlawan Islam dan Warisan Inspiratifnya Sepanjang Sejarah

5 Ulama Indonesia yang Pemikirannya Diakui Dunia

Berikut lima ulama Indonesia yang pemikirannya diakui secara internasional:

  1. Syekh Nawawi al-Bantani
Syekh Nawawi al-Bantani (Sumber: Pinterest/yudisholawat)

Syekh Nawawi al-Bantani lahir di Tanara, Banten, pada 1813 dan wafat di Mekkah tahun 1897. Ia dikenal sebagai salah satu ulama Nusantara paling produktif di abad ke-19.

Sejak usia 15 tahun, ia berangkat ke Mekkah untuk menunaikan haji sekaligus memperdalam ilmu agama. Di Tanah Suci, ia berguru kepada sejumlah ulama terkemuka dan dikenal memiliki kecerdasan luar biasa.

Sepanjang hidupnya, Syekh Nawawi menulis ratusan kitab yang hingga kini menjadi rujukan di pesantren Indonesia maupun lembaga pendidikan Islam di Timur Tengah.

Baca Juga: 5 Film Religi Indonesia yang Cocok Ditonton Jelang Ramadhan 2026

Karyanya seperti Nihayah al-Zain, Nashaih al-‘Ibad, dan tafsir Murah Labid menjadi literatur klasik yang terus dikaji.

  1. Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi
Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (Sumber: Pinterest/Moh Yuldi)

Lahir di Agam, Sumatera Barat, pada 1860, Syekh Ahmad Khatib tercatat sebagai non-Arab pertama yang dipercaya menjadi imam besar di Masjidil Haram, Mekkah.

Sejak kecil, ia telah menuntut ilmu di Mekkah dan berguru kepada ulama-ulama besar mazhab Syafi’i. Ia juga dikenal sebagai guru dari sejumlah tokoh penting Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan.

Ratusan karya lahir dari pemikirannya, khususnya di bidang fikih dan ushul fikih. Pengaruh intelektualnya menjembatani perkembangan Islam di Timur Tengah dan Nusantara.

  1. Syekh Muhammad Yasin al-Fadani
Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (Sumber: blogspot)

Syekh Muhammad Yasin al-Fadani lahir pada 17 Juni 1915 dari keluarga berdarah Padang dan wafat di Mekkah pada 1990. Ia dikenal sebagai ahli hadis dan ushul fikih terkemuka abad ke-20.

Baca Juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Apa Rahasia Keutamaan Mereka?

Ia mendirikan Madrasah Darul Ulum al-Diniyyah dan aktif mengajar di Masjidil Haram. Salah satu karyanya yang paling populer, Al-Fawaid al-Janiyyah, menjadi rujukan di Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Kairo.

Kedalaman ilmunya membuatnya dijuluki “Sayuthi pada zamannya” oleh ulama besar Timur Tengah.

  1. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Sumber: alif)

Lahir di Kalimantan Selatan pada 1710, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan ulama besar yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Ia menuntut ilmu di Mekkah dan berguru kepada sejumlah ulama ternama. Karyanya yang monumental, Sabilal Muhtadin, menjadi rujukan utama dalam kajian fikih dan bahkan dijadikan dasar hukum di Brunei Darussalam.

Pengaruhnya tidak hanya dalam bidang keilmuan, tetapi juga dalam pembinaan masyarakat Islam di Nusantara.

  1. Syekh Sulaiman ar-Rasuli
Syekh Sulaiman ar-Rasuli (Sumber: wikipedia)

Syekh Sulaiman ar-Rasuli, atau dikenal sebagai Inyiak Canduang, lahir di Candung, Sumatera Barat, pada 1871. Ia merupakan tokoh penting dalam pengembangan pendidikan Islam dan gerakan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Selain aktif dalam dunia pendidikan, ia juga terlibat dalam Konstituante Republik Indonesia. Karya-karyanya banyak menjadi inspirasi ulama di Asia Tenggara.

Ia dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan filosofi Minangkabau: “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, yang menegaskan harmoni antara adat dan syariat Islam.

Warisan Intelektual Ulama Indonesia di Mata Dunia

Kelima ulama Indonesia tersebut membuktikan bahwa kontribusi intelektual Nusantara di dunia Islam sangat signifikan.

Karya-karya mereka terus diajarkan di pesantren, madrasah, hingga universitas internasional.

Jejak keilmuan mereka menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu pusat lahirnya pemikir Islam berkelas dunia.

Tags:
5 Ulama Indonesia yang Pemikirannya Diakui DuniaUlama Indonesia Paling BerpengaruhTokoh Islam NusantaraRasulullah SAWAbu Dawudtradisi IslamUlama

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor