Sebuah tembok pembatas rumah warga di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, roboh hingga masuk ke area SMPN 182 Kalibata pada Minggu, 15 Februari 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

Tembok Roboh Timpa SMPN 182 Jakarta, Polisi Sebut Diselesaikan Kekeluargaan

Senin 16 Feb 2026, 17:53 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tembok pembatas antara SMPN 182 Jakarta dan rumah warga di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, roboh, Minggu, 15 Februari 2026, siang WIB.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur menyebutkan, insiden tembok setinggi 5 meter roboh diselesaikan secara kekeluargaan. Hingga kini, polisi belum menerima laporan resmi.

“Kami hanya mediasi karena sudah ada kesepakatan. Jadi enggak ada unsur pidananya ya. Ini ada kesepakatan antara pihak pemilik (rumah) dan pihak sekolah,” kata Mansur kepada awak media, Senin, 16 Februari 2026.

Tidak ada korban dalam insiden itu, tetapi kerugian materiil. Tembok tersebut roboh ke area sekolah.

Baca Juga: Tembok Rumah di Kalibata Jaksel Roboh ke SMPN 182, Pemilik Sudah Diwanti-wanti sejak Tahun Lalu

“Untuk unsur kesengajaan atau tidaknya, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Namun sifatnya musibah dan tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi pada bangunan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya tetap akan memantau proses perbaikan mengingat bangunan sekolah merupakan fasilitas milik pemerintah daerah. Pihaknya juga akan memberikan masukan terkait aspek keamanan konstruksi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami tunggu perkembangan selanjutnya, lalu apabila diperlukan, pemeriksaan tetap akan dilakukan,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 182 Jakarta, Narwan, menyebutkan, pemilik rumah menyanggupi ganti rugi kerusakan yang ditimbulkan.

Baca Juga: Tembok Pembatas Rumah Sepanjang 65 Meter di Kalibata Ambruk ke Area Sekolah, Tak ada Korban Jiwa

“Sudah ada kesepakatan. Mereka sanggup mengganti kerusakan yang ada. Sekolah berharap pagar, taman, dan bagian lain yang rusak bisa kembali seperti semula,” tuturnya.

Surat peringatan tersebut dikirim pada 24 Desember 2025 dan ditembuskan kepada lurah setempat. Meski pemilik rumah sempat mengirim tenaga ahli untuk mengecek kondisi bangunan, belum ada perbaikan yang dilakukan hingga akhirnya tembok roboh. Lalu setelah kejadian, kedua belah pihak langsung bertemu pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya, tembok rumah yang roboh masih dalam tahap pembangunan dan belum rampung meski prosesnya telah berlangsung sekitar empat hingga lima tahun. Sebelum kejadian, posisi tembok rumah warga disebut sudah miring.

"Kalau retak tidak ada, tapi ada posisi miring dan sekolah sudah bersurat kepada yang bersangkutan, diketahui oleh Pak Lurah, untuk menjadi perhatian temboknya untuk dibetulkan atau gimana caranya biar tidak menimbulkan masalah,” ucapnya.

Tags:
tembok robohPolsek PancoranJakarta SelatanSMPN 182 Jakarta

Ali Mansur

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor