Ilustrasi - Sahur di bulan Ramadhan.(Sumber: Freepik)

RAMADHAN

Sahur di Bulan Ramadhan, Kenapa Dianjurkan? Ustadz Adi Hidayat Menjawab

Senin 16 Feb 2026, 13:03 WIB

POSKOTA.CO.ID - Menjelang pelaksanaan puasa di bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh Indonesia kembali diingatkan akan salah satu amalan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu sahur.

Dengan memahami makna sahur secara utuh, setiap muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih semangat, khusyuk, dan penuh keberkahan sepanjang bulan Ramadhan.

Dalam hal ini, Ustadz Adi Hidayat menekankan, pentingnya niat yang ikhlas, kualitas makanan yang dikonsumsi, dan disertai doa yang tulus, agar sahur menjadi energi spiritual sekaligus fisik yang mendukung keberhasilan pelaksanaan ibadah puasa.

Lantas, kenapa sahur di bulan Ramadhan dianjurkan? Berikut penjelasan Ustadz Adi Hidayat yang dilansir melalui kanal YouTube pribadinya, pada Senin, 16 Febraurai 2026.

Baca Juga: Apa Itu Link Video Teh Pucuk Viral? Intip Kronologi Ramainya di Medsos

Pengertian Sahur dan Waktu Pelaksanaannya

Dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Sahur berasal dari akar kata Sin-Ha-Ra, yang menunjuk pada waktu singkat menjelang fajar.

Secara praktis, sahur dilakukan sekitar 15–30 menit sebelum fajar tiba. Misalnya, jika fajar di suatu wilayah muncul pada pukul 04.43 WIB, waktu sahur yang dianjurkan adalah sekitar pukul 04.15 WIB hingga menjelang fajar.

Dalam pemaparannya, Ustadz Adi Hidayat menyebut, sahur bukan sekadar makan sebelum puasa, melainkan momen penuh keberkahan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Quran, Allah memuliakan orang-orang yang mengisi waktu sahur dengan istigfar dan doa, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Zariyat ayat 18: “Wabil ashar hum yastaghfirun,” ada segolongan orang takwa yang beristigfar di waktu sahur sebelum fajar tiba.

Baca Juga: Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Benarkah Libatkan Mahasiswi KKN di NTB? Ini Fakta yang Terungkap

Kenapa Sahur di Bulan Ramadhan Dianjurkan?

Nabi Muhammad SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Sahihnya:


"Makanlah kalian di waktu sahur sebelum menunaikan puasa."

Keistimewaan sahur disebut dengan “ziadatul khair”, yakni bertambahnya kebaikan dan keberkahan yang konsisten.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, sahur yang dilakukan dengan niat mengikuti sunnah, makan makanan halal dan sehat, serta disertai doa dan istigfar akan menghasilkan energi spiritual dan fisik.

Energi fisik ini memungkinkan seseorang menahan lapar dan haus sepanjang hari. Sementara energi spiritual mendorong pelaku sahur untuk giat membaca Al-Quran, menunaikan salat sunah, berdzikir, bersedekah, dan beramal kebaikan lainnya.

Sahur menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi aktivitas sehari-hari dengan semangat, termasuk amal ibadah dan pekerjaan.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menekankan, sahur bukan hanya soal makanan. Ia adalah momen ibadah dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Aktivitas spiritual yang bisa dilakukan saat sahur di Bulan Ramadhan antara lain yakni.

Sejarah mencatat banyak peristiwa besar terjadi pada bulan Ramadhan, termasuk Perang Badar dan kemerdekaan Indonesia, yang menunjukkan energi positif bulan suci ini.

Sahur menjadi awal yang strategis untuk menyiapkan fisik dan spiritual agar bersemangat dalam segala amal kebaikan.

Tips Mengoptimalkan Sahur

Ustadz Adi Hidayat menegaskan, sahur yang dijalankan dengan benar akan menambah keberkahan dan energi yang tidak hanya bermanfaat untuk fisik, tetapi juga untuk semangat beribadah serta meningkatkan kualitas amal sehari-hari.

Tags:
keutamaan sahurUstadz Adi HidayatSahur RamadhanSahur

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor