POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan penelantaran jemaah umrah yang dilakukan oleh PT Travelina Indonesia cabang Kendari tengah menjadi sorotan publik.
Puluhan jamaah asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan mengalami ketidakpastian dan ketidaknyamanan saat tiba di Madinah, Arab Saudi.
Kronologi permasalahan bermula ketika 64 jemaah dari Kendari berangkat ke Jakarta sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Menurut pengakuan salah satu jemaah, Andi Dewi Zukrufi, ketidakjelasan jadwal keberangkatan membuat para jamaah mulai merasa cemas.
Mereka lantas mendesak pihak Travelina Indonesia untuk segera memberangkatkan rombongan sesuai janji yang telah disepakati.
“Awalnya kami 64 orang. Setelah didesak, akhirnya 30 orang diberangkatkan lebih dulu, sementara 34 orang lainnya masih tertahan di Jakarta,” ujarnya kepada awak media.
Rombongan yang diberangkatkan sempat transit di Doha dan Jeddah sebelum akhirnya tiba di Madinah.
Namun, setibanya di kota tujuan, para jemaah terkejut karena tidak tersedia hotel maupun konsumsi sebagaimana yang dijanjikan oleh pihak travel.
Merasa panik dan kebingungan, Andi Dewi akhirnya berinisiatif menghubungi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang kebetulan sedang berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah.
Respons cepat pun diberikan. Wali Kota Kendari turun tangan memfasilitasi para jemaah dengan menyediakan penginapan dan konsumsi sementara.
“Setelah salat Subuh, para jemaah sudah bisa sarapan bersama Ibu Wali Kota. Alhamdulillah untuk sementara sudah aman,” ungkap dia.
Kasus ini tidak hanya menimbulkan keresahan di antara jemaah, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar terkait identitas pemilik Travelina Indonesia yang bertanggung jawab atas kelalaian ini.
Lantas, siapa sosok pemilik Travelina Indonesia yang diduga menelantarkan jamaah umrah di Madinah?

Sosok Pemilik Travelina Indonesia Siapa?
Owner atau pemilik Travelina Indonesia berinisial diketahui telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Penahanan ini dilakukan menyusul viralnya laporan dugaan penelantaran jemaah umrah asal Kendari yang sempat mengalami ketidaktersediaan fasilitas hotel dan konsumsi setibanya di Madinah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KI adalah pemilik cabang Travelina Indonesia Kendari, yang dikenal dengan nama Ashabul Kahpi.
Kahpi kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak berwajib terkait dugaan kelalaiannya.
Puluhan jamaah yang sempat ditelantarkan, baik di Madinah maupun di Jakarta, menjadi bukti kuat bahwa ada kegagalan manajemen dan pengawasan dari Travelina Indonesia terhadap perjalanan ibadah yang dipercayakan kepadanya.
Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi para jamaah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran besar terkait keselamatan mereka selama berada di luar negeri.
Menariknya, di tengah polemik ini, Kahpi justru diketahui mengadakan pesta pernikahan mewah.
Baca Juga: Apa Itu Link Video Teh Pucuk Viral? Intip Kronologi Ramainya di Medsos
Perayaan tersebut memicu kontroversi di masyarakat karena dianggap tidak peka terhadap kondisi jamaah yang sedang menghadapi masalah serius akibat dugaan kelalaian Travelina Indonesia.
Kahpi sendiri merupakan pemuda berusia 28 tahun yang baru akan melepas masa lajang, dan pernikahan mewahnya menjadi sorotan publik di tengah kasus yang tengah berlangsung.
Penahanan Kahpi dilakukan di Polsek Angata, Kendari, setelah pihak kepolisian menilai bahwa dugaan penelantaran jemaah umrah merupakan tindakan yang dapat merugikan banyak orang dan berpotensi melanggar hukum.
Pihak kepolisian kini tengah memproses kasus ini lebih lanjut untuk memastikan pertanggungjawaban pemilik Travelina Indonesia terhadap jamaah yang telah mempercayakan biaya perjalanan ibadah mereka.