Mengapa Setiap Imlek Selalu Turun Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Jarang Dibahas

Senin 16 Feb 2026, 18:59 WIB
Hujan yang turun saat perayaan Tahun Baru Imlek sering dipandang sebagai simbol berkah dan awal yang penuh harapan dalam tradisi Tionghoa. (Sumber: Wikimedia Commons)

Hujan yang turun saat perayaan Tahun Baru Imlek sering dipandang sebagai simbol berkah dan awal yang penuh harapan dalam tradisi Tionghoa. (Sumber: Wikimedia Commons)

Menurut data klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan Januari–Februari adalah waktu dengan curah hujan tertinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Masih dari laporan Universitas Negeri Surabaya, dijelaskan:

“Perayaan ini biasanya jatuh pada puncak musim hujan dengan curah yang tinggi, khususnya di Indonesia. Itulah alasan Imlek sering turun hujan karena memang perayaannya jatuh pada musim penghujan.”

Dengan demikian, intensitas hujan yang sering terjadi pada Imlek bukan dipengaruhi unsur mistis, melainkan pola iklim tropis Indonesia.

Makna Hujan Menurut Ahli Feng Shui

Meski sains memberikan penjelasan jelas, tafsir budaya tetap hidup dalam masyarakat. Ahli Feng Shui memberikan makna berbeda pada tiap jenis hujan:

  • Hujan deras: Dipandang membawa keberuntungan besar, selama tidak menyebabkan kerusakan.
  • Hujan gerimis: Menandakan keberuntungan kecil namun stabil.
  • Gerimis seharian: Diyakini membawa hoki sepanjang tahun.
  • Hujan badai: Justru dianggap pertanda kurang baik karena memberikan dampak negatif.

Ini menunjukkan bahwa nilai simbolis hujan dipengaruhi intensitas dan dampaknya.

Baca Juga: Umur Ananda Zhafira Berapa dan Kerja Apa? Pacar Okin yang Ramai Dibahas Usai Diisukan Cegah Hadiri Momen Anak

Jika Tidak Turun Hujan Saat Imlek, Apakah Pertanda Buruk?

Pertanyaan lain yang sering muncul ialah: bagaimana jika Imlek tidak hujan?

Cuaca cerah saat Imlek tidak berarti buruk. Tidak adanya hujan hanyalah kondisi atmosfer normal yang dipengaruhi faktor regional dan global. Perubahan iklim dunia yang semakin dinamis juga dapat mengubah pola hujan dari tahun ke tahun.

Dengan kata lain, keberuntungan seseorang tidak ditentukan oleh hujan atau tidaknya cuaca pada satu hari tertentu.

Secara historis, masyarakat Tionghoa menjadikan hujan sebagai simbol penting karena berkaitan dengan pertanian dan kesuburan tanah. Makna tersebut bertahan hingga kini, meski masyarakat modern merayakan Imlek dengan cara yang lebih variatif.

Saat ini, Imlek dipandang sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga, melakukan refleksi diri, dan memulai tahun dengan harapan baru. Tradisi makan malam keluarga, pembagian angpao, hingga kunjungan ke klenteng menjadi bagian dari perayaan yang meriah.


Berita Terkait


News Update