TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Tradisi nyekar atau ziarah kubur merupakan hal yang selalu dilakukan masyarakat jelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sanak keluarga yang telah meninggal.
Seiring dengan tradisi tersebut, banyak masyarakat setempat yang menjadi penjual kembang musiman dengan harapan mendapatkan keberkahan atas situasi tersebut.
Hal ini terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jaha, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Minggu, 15 Februari 2026.
Baca Juga: Bolehkah Merokok Atau Vape Saat Puasa? Begini Hukumnya dalam Islam
Firman, warga setempat mengaku hanya berjualan kembang ketika jelang bulan suci Ramadhan dan hari Lebaran.
"Saya mah kerja di pabrik, cuma hari ini karena lagi libur dan memang mau puasa jadi tadi saya sama ibu saya jualan kembang soalnya lagi musim ziarah," katanya.
Menurut Firman, momen jelang Ramadhan seperti ini merupakan peluang bagi para penjual kembang dan air mawar di setiap tahunnya.
Baca Juga: Tradisi Nyekar Bawa Berkah, Penjual Bunga Tabur di Karet Bivak Kebanjiran Pembeli Jelang Ramadhan
Ia mengaku, pada momen seperti ini harga jual kembang sedikit mengalami kenaikan dari pada hari biasa.
Untuk kembang tabur, biasa dijual dengan harga Rp5 ribu per kantong, namun untuk momen seperti ini, harga perkantong menjadi Rp7.500.
"Kita naikin sedikit harganya. Kalau untuk air mawar sekarang harganya Rp10 ribu, biasanya kan Rp7 ribu," ungkapnya.
Sementara itu, Apri salah satu pedagang kembang di depan TPU Jaha mengaku mendapatkan keuntungan cukup besar selama momen Jelang Ramadhan ini.
Baca Juga: Link Pendaftaran Program Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Ini Jadwal, Syarat, dan Kota Tujuan Lengkap
"Kalau saya setiap hari jualan disini. Biasanya paling dapat Rp 30 ribu sehari, tapi kalau lagi mau puasa sama lebaran nanti bisa dapat Rp 400 ribu per harinya," ujarnya. (ver)