BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi ditutup, Jumat, 13 Februari 2026.
Operasi pencarian korban longsor tersebut dimulai sejak hari pertama bencana pada 24 Januari 2026 dan 22 hari berikutnya. Sementara itu, status tanggap darurat longsor Cisarua sendiri sebelumnya sudah dicabut pemerintah daerah pada 6 Februari 2026.
SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana mengatakan, penutupan dilakukan setelah seluruh upaya pencarian dinilai telah dilaksanakan secara maksimal oleh tim SAR gabungan.
"Setelah operasi pencarian korban selama 22 hari, kaki (Basarnas), secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu," kata Ade, Jumat, 13 Februari 2026.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sumbang Rp3 M untuk Korban Longsor Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Kucurkan Rp7,3 M?
Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh di lapangan.
"Berbagai aspek dipertimbangkan, mulai dari teknis pencarian, efektivitas operasi, hingga faktor keselamatan personel yang terlibat," ujarnya.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 101 kantong jenazah (bodypack) dari timbunan material longsor. Dari jumlah tersebut, 83 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
"Dari total korban teridentifikasi, sebanyak 64 orang diketahui merupakan warga setempat. Seluruh jenazah yang sudah teridentifikasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tuturnya.
Baca Juga: Hari ke-17 Operasi Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, 99 Kantong Jenazah Ditemukan
Ia berduka atas insiden tersebut. Menurutnya, setiap upaya telah dilakukan secara maksimal.