Toko perhiasan Tiffany and Co tengah menjadi perhatian setelah sejumlah gerainya di Indonesia disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta. (Sumber: Dok.Wikipedia)

Nasional

Pemilik Tiffani and Co Indonesia Siapa? Ini Jejak Bisnis Toko Perhiasannya di Balik Penyegelan Bea Cukai

Jumat 13 Feb 2026, 14:20 WIB

POSKOTA.CO.ID - Nama toko perhiasan Tiffany and Co, tengah menjadi perhatian setelah sejumlah gerainya di Indonesia disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta.

Langkah penindakan dilakukan terhadap tiga gerai Tiffany and Co yang berlokasi di pusat perbelanjaan premium ibu kota, yakni Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place.

Penyegelan itu sendiri sebagai bagian dari operasi pengawasan terhadap barang bernilai tinggi atau high value goods.

Kepala Seksi Penindakan DJBC Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, menegaskan langkah ini bersifat administratif dan masih dalam proses pendalaman.

“Barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan kepada pemberitahuan impor barang,” kata dia saat memberikan keterangan.

Menurut Siswo, pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan untuk meningkatkan kepatuhan kepabeanan, khususnya pada sektor barang mewah yang memiliki potensi penerimaan negara cukup besar.

Lebih lanjut, Siswo menjelaskan, penindakan tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar aparat di lapangan lebih aktif menggali potensi penerimaan negara di luar pola-pola yang selama ini telah berjalan.

“Kita mencoba untuk mengeliminir bidang pidana, karena sesuai arahan dari pimpinan yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana menggenjot penerimaan negara," tandasnya.

Lantas, siapakah pemilik Tiffani and Co Indonesia sebenarnya? Berikut jejak bisinis toko perhiasan yang disegel Bea Cukai.

Baca Juga: Link Nay TikTok Viral Lagi, Netizen Ramai Cari Video 5 Menit, Waspada Phising!

Siapa Pemilik Tiffani and Co Indonesia?

Tiffani and Co bukanlah nama baru dalam industri perhiasan dunia. Mengacu pada situs resmi perusahaan, rumah perhiasan ini berdiri sejak 1837.

Perusahaan tersebut didirikan oleh Charles Lewis Tiffany bersama John B. Young di New York, Amerika Serikat, dan berkembang pesat menjadi salah satu simbol kemewahan global.

Popularitas Tiffani and Co semakin menguat setelah perhiasannya dikenakan oleh Audrey Hepburn dalam film legendaris Breakfast at Tiffany's.

Sejak Januari 2021, Tiffani and Co resmi menjadi bagian dari grup barang mewah asal Prancis, LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, setelah diakuisisi dengan nilai fantastis mencapai US$15,8 miliar.

Akuisisi ini menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri barang mewah dunia.

Grup LVMH dipimpin oleh miliarder Bernard Arnault, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Meski telah berada di bawah naungan LVMH, Tiffani and Co tetap beroperasi sebagai maison independen dengan identitas merek yang dipertahankan.

Baca Juga: Link Winda Can Main Parfum Viral, Ramai Klaim Video Lengkap Cek Faktanya di Sini!

Pasca akuisisi, posisi strategis di tubuh Tiffani and Co juga diperkuat. Alexandre Arnault, putra Bernard Arnault, dipercaya menduduki jabatan Executive Vice President.

Ia bertanggung jawab dalam pengembangan strategi komunikasi dan inovasi produk guna menjaga relevansi merek di tengah perubahan selera konsumen global.

Akuisisi Tiffani and Co memperkokoh dominasi LVMH di sektor jam tangan dan perhiasan, melengkapi deretan merek prestisius lain seperti Bulgari, TAG Heuer, Hublot, dan Chaumet.

Tak hanya itu, LVMH juga menaungi puluhan merek kelas dunia di berbagai lini industri.

Di sektor Fashion & Leather Goods, terdapat nama-nama besar seperti Louis Vuitton, Christian Dior, Fendi, Celine, Givenchy, Loewe, dan Rimowa.

Untuk Parfum & Kosmetik, LVMH membawahi Fenty Beauty, Sephora, Guerlain, serta Benefit Cosmetics.

Sementara, di lini Wine & Spirits, grup ini mengelola Moët & Chandon, Hennessy, Dom Pérignon, hingga Veuve Clicquot.

Bahkan, sektor perhotelan mewah pun turut digarap melalui Belmond dan Cheval Blanc.

Tags:
Pemilik Tiffani and Co Indonesia siapaBea Cukaipemilik Tiffany and CoTiffany and Co disegelTiffany and Co

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor