Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto di kegiatan Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman jelang Ramadhan, Harga Telur hingga Cabai Naik

Kamis 12 Feb 2026, 16:50 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan stok kebutuhan pangan aman dan terkendali jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto menyampaikan, berdasarkan hasil pantauan dan prediksi, terjadi peningkatan kebutuhan pangan pada komoditas telur hingga bawang merah menjelang. 

"Menjelang Ramadan terjadi peningkatan kebutuhan pangan dengan presentasenya terbesar pada komoditas telur 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabai rawit 3,05 persen, dan bawang merah 2,89 persen ini menjelang Ramadan," ujar Uus saat Balkoters Talk di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Kamis 12 Februari 2026.

Selanjutnya, UUS juga mengatakan bahwa menjelang Idul Fitri ada peningkatan kebutuhan telur mencapai 17 persen hingga cabai rawit 9,14 persen.

"Menjelang Idul Fitri juga disini disampaikan bahwa peningkatan kebutuhan pangan dengan presentasi terbesar adalah pada komoditas telur ayam 17,20 persen, daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, cabai rawit 9,14 persen," ucap Uus. 

Baca Juga: 9 Titik Perayaan Acara Imlek 2026 di Jakarta? Cek Lokasi dan Jadwalnya

Menurut Uus, apapun yang menjadi kebutuhan warga Jakarta, Pemda memastikan akan mempersiapkan hal tersebut. 

"Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat pada kesempatan ini ya Pemerintah Jakarta harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," ungkapnya. 

Stok Pangan Aman Selama Ramadhan hingga Idul Fitri

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta memastikan ketersediaan stok daging sapi saat ini aman saat Ramadhan maupun Idul Fitri, pihaknya terus berkoordinasi dengan BUMD pangan untuk terus memastikan stok bagi warga.

"Untuk stok daging sapi juga insyaallah aman ya. Karena ada apa namanya stok untuk ketersediaan daging sapi di Jakarta yang insyaallah akan dipenuhi sampai nanti selesai Idul Fitri," ujar Uus.

Baca Juga: Bina Marga Perbaiki Jalan Flyover Grogol Rusak Penyebab Ojol Kecelakaan

"Ini bisa terus terjalin, sehingga pada saat waktunya nanti menjelang Ramadan dan pada saat itu tidak ada kagetan. Jadi tidak ada alasan lagi BUMD-Jakarta tidak bisa menerima kebetulan pokok warga BUMD-Jakarta," katanya. 

Lebih lanjut, dia menyebut, saat ini komoditas beras yang tersedia mencapai 182.172 ton. Rinciannya meliputi stok di Pasar Induk Beras Cipinang sebanyak 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, cadangan target hari besar keagamaan nasional 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton. 

Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan, pemerintah menilai cadangan beras dalam kondisi siap memenuhi permintaan masyarakat.

"Namun demikian kita juga jangan terlalu percaya diri juga kita enggak tahu di dalam perkembangan seperti apa dan bagaimana, namun upaya dan kebijakan yang kita lakukan adalah akan terus bagaimana memberikan keyakinan kepada masyarakat di Jakarta bahwa Pemprov di Jakarta terus menjaga stabilitas ekonomi dan kebutuhan pangan yang ada," ujar Uus

Uus mengungkapkan, ketersediaan daging sapi saat ini mencapai 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi hidup sebanyak 1.010 ekor. 

"Ini juga laporan dari Dharma Jaya mudah-mudahan yang disampaikan Pak Gubernur kemarin itu ini menjadi salah satu gambaran bahwa Pemprov Jakarta juga terus menyediakan atau menjaga agar kestabilan kebutuhan daging untuk warga Jakarta bisa terpenuhi," ungkapnya.

Baca Juga: Stok Daging Sapi Aman, Perumda Dharma Jaya Siaga Hadapi Lonjakan Kebutuhan jelang Ramadhan

Uus mengatakan, untuk komoditas seperti telur ayam tercatat 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, dan bawang putih 48 ton. Ketersediaan minyak goreng mencapai 625 ton, sementara gula sebanyak 437,4 ton.

"Ini semuanya sudah berbentuk dari BUMD yang ada. pada kesempatan kayak gini ini Pak Gubernur sudah minta untuk benar-benar bisa mempersiapkan agar apa yang menjadi laporan pada kesempatan ini juga ini menjadi salah satu persiap-siapan kita yang akan menghadapi ulang di Ramadan dan Idul Fitri," katanya. 

Dinas KPKP Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga jelang Ramdhan

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan, pihaknya aktif terlibat dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok selama periode hari besar keagamaan.

"Jadi setiap Kamis melaksanakan koordinasi untuk memastikan atau untuk melihat kira-kira produk bahan pangan mana saja yang akan mengalami peningkatan atau kebutuhannya mengalami peningkatan ataupun stoknya," ujar Hasudungan. 

Hasudungan mengungkapkan, upaya pengawasan diperkuat dengan peningkatan pemantauan langsung ke lokasi penyimpanan dan distribusi pangan melalui sistem peringatan dini atau early warning system.

"Jadi ini memang sangat perlu dan datanya itu secara online kami kumpul, kami himpun dari BUMD Pangan. Sekarang kami juga sudah melaksanakan keamanan pangan di khususnya bahan pangan segar di SPPG atau MBG, Jadi kita juga sudah melaksanakan intervensi di situ," ujar dia. 

Selanjutnya, Hasudungan mengatakan, pihaknya menggencarkan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah Bersubsidi yang sudah berjalan sejak awal Februari 2026.

"Ini dilaksanakan per bulan minimal 12 kali, yaitu harga-harga yang di bawah harga pasar. Dan ini tidak hanya tidak terbatas ya kepada pangan segar tapi juga itu ada minyak goreng, ada mie instan segala macam juga tetap dijual di sini, Kemudian menyediakan paket sembako hemat oleh BUMD," katanya. 

Dia mengungkapkan, BUMD pangan juga menyediakan paket sembako hemat serta menyiapkan cadangan stok di gudang untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. 

"Serta yang terakhir, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, khususnya buat bagi bahan pangan yang mudah busuk ataupun yang diistilahkan perishable foods, seperti cold storage ataupun di rumah potong hewan, karena di Jakarta ada kurang lebih 9 rumah potong hewan yang dikelola oleh pemerintah daerah,” ujar Hasudungan. (cr-4)

Tags:
RamadhanStok Pangan Jelang RamadhanUus KuswantoPemprov DKISekda DKI

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor