BABAKAN MADANG, POSKOTA.CO.ID - Suryati, 46 tahun, salah satu warga Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu sore, 11 Februari 2026 kemarin.
Suryati mengatakan, rumahnya tergenang air dengan ketinggian sekira dua meter pada pukup 16.00 WIB.
Air tersebut sampai membuat tembok rumah jebol dan keramik terkelupas dari tempatnya.
Saat kejadian, Suryati tengah bekerja di wilayah Gunung Putri dan saat pulang, ia mendapati kawasan rumahnya diterjang banjir.
Baca Juga: Banjir Bandang Landa Cijayanti Bogor, Puluhan Rumah Rusak
Meski banjir seringkali melanda wilayah tinggal Suryati, namun tahun ini menjadi yang terburuk karena tembok rumahnya jebol.
“Keramik ngelupas semua, tembok jebol, pintu kamar jebol. Sampai sini (rumah) udah banyak orang, Damkar, Polisi pada bantuin ngepel,” kata Suryati saat ditemui di depan rumahnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Suryanti melanjutkan, akibat banjir ini semua pakaian terendam banjir dan peralatan elektronik rusak.
“Elektronik mah emang dari dulu udah pada rusak dua, jadi nggak beli lagi, dampak banjir gini, kulkas udah dua (rusak), mesin cuci udah dua ini, tv mah udah ada empat kali, makanya kemarin mah rusak enggak dibenerin lagi,” kata Suryati.
Baca Juga: Banjir di Sentul Bogor, 5 Rumah Warga Rusak Berat
“Pakean mah abis semua gaada yang tersisa, yang nempel doang yang tersisa,” sambungnya.
Ia berharap, pemerintah daerah menyiapkan lahan khusus bagi warga Kampung Cicerewed untuk direlokasi karena sudah tak tahan dengan banjir yang tiap tahun melanda wilayah tersebut.
“Pengen direlokasi tapi di tempat yang nyamanlah, engga kena banjir gitu. Udah cape hati, cape pikiran, cape tenaga, cape segala-galanya,” pungkasnya. (cr-6)