POSKOTA.CO.ID - Acara Imlek di Jakarta 2026 akan berlangsung mulai 12 Februari hingga 3 Maret 2026 di beberapa titik ikonik.
Lokasi rangkaian acara Imlek di Jakarta akan berlangsung mulai dari Bundaran HI, TMII, Blok M, Monas, Kota Tua hingga Pancoran Chinatown Point.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyiapkan berbagai kegiatan berskala besar untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzii.
Perayaan ini disebut menjadi bagian dari penguatan identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif, sekaligus momentum menuju Jakarta 500 tahun.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata, mengutarakan bahwa perayaan Imlek tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas budaya dan sektor.
“Rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang inklusif, di mana tradisi, kreativitas, dan modernitas bertemu. Ini adalah wujud komitmen Jakarta sebagai kota global yang menghargai keberagaman sekaligus menjadikannya kekuatan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Andhika, Rabu 11 Februari 2026, dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
Lokasi dan Jadwal Rangkaian Acara Imlek Jakarta 2026
1. Lomba Dekorasi Imlek Jakarta
Pemprov DKI Jakarta menggelar lomba dekorasi Imlek yang melibatkan pengelola gedung, ritel, dan kawasan bisnis.
Ornamen tradisional akan dipadukan dengan sentuhan modern untuk mempercantik ruang publik sekaligus menarik kunjungan wisatawan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, konsep lomba ini mengadopsi kesuksesan dekorasi Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
- Lokasi: Sepanjang koridor Thamrin–Sudirman dan kawasan komersial
- Waktu: 12–17 Februari 2026
2. Festival Imlek Jakarta
Kawasan Bundaran HI akan dipenuhi oleh instalasi cahaya dan dekorasi visual bertema Imlek. Festival ini akan menjadi pusat perayaan terbuka bagi warga dan wisatawan.
- Lokasi: Bundaran Hotel Indonesia (HI)
- Waktu: 13–17 Februari 2026
3. Simfoni Imlek Jakarta Kolosal
Pertunjukan musik kolosal berdurasi sekitar satu jam ini menghadirkan lebih dari 50 alat musik tradisional Tionghoa serta tarian Selendang Dendang.
- Lokasi: Pedestrian depan Plaza Indonesia, Bundaran HI
- Waktu: 13 Februari 2026
- Festival Pecinan Jakarta
Festival ini menampilkan pertunjukan Barongsai, Liong, dan instalasi seni yang mengangkat sejarah dan juga narasi budaya peranakan Tionghoa di Jakarta.
- Lokasi: Anjungan Provinsi DKI Jakarta, TMII
- Waktu: 15–17 Februari 2026
- Harmoni Jakarta – Powered by Jakarta City Branding
Acara ini menampilkan kolaborasi seni dan komunitas, termasuk juga instalasi bertemakan Tionghoa yang dikemas dengan sentuhan modern. Pada momen ini juga akan diluncurkan logo baru branding Jakarta.
- Lokasi: Blok M Hub
- Waktu: 15–17 Februari 2026
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Rangkaian Festival Imlek Meriah di Sejumlah Titik Jakarta
- Semarak Imlek Jakarta
Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan video mapping serta instalasi seni berbasis teknologi yang memadukan simbol budaya Tionghoa dengan visual digital dinamis.
- Lokasi: Monumen Nasional (Monas), Gambir
- Waktu: 16–17 Februari 2026
- Jakarta Light Festival -Chinese New Year Edition
Kawasan bersejarah Kota Tua akan disulap menjadi panggung video mapping berskala besar, menghadirkan perpaduan warisan arsitektur kolonial dan teknologi digital.
- Lokasi: Kawasan Kota Tua
- Waktu: 16–17 Februari 2026
- Festival Klenteng Jakarta
Festival ini mengajak masyarakat untuk menelusuri klenteng-klenteng bersejarah sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual dan sejarah komunitas Tionghoa.
- Lokasi: Sejumlah klenteng bersejarah di Jakarta
- Waktu: Sepanjang Februari 2026
- Festival Cap Go Meh Jakarta
Sebagai acara penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, Festival Cap Go Meh digelar bekerja sama dengan Perhimpunan Tionghoa Indonesia. Acara ini menjadi puncak selebrasi lintas generasi dan komunitas.
- Lokasi: Pancoran Chinatown Point, Glodok, Taman Sari
- Waktu: 3 Maret 2026
Pemprov DKI Jakarta berharap adanya rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan publik, namun juga mendorong pergerakan ekonomi kreatif dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing internasional.