POSKOTA.CO.ID - Dokter Tirta baru-baru ini menyebut nama seorang pemilik media lokal berinisial BA imbas dugaan kasus pelecahan seksual yang melibatkan Mohan Hazian
Pihaknya menilai kasus yang melibatkan BA memiliki irisan dengan persoalan etika, profesionalisme, serta relasi kuasa yang belakangan kerap terjadi di dunia industri kreatif Tanah Air.
Kasus yang disinggung Dokter Tirta itubermula dari unggahan seorang owner media lokal berinisial BA di platform X (sebelumnya Twitter).
Dalam unggahan tersebut, BA diduga menyebarkan video asusila yang menampilkan dirinya bersama sang pacar.
Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan menjadi viral, memicu reaksi keras dari warganet.
Banyak pihak mengecam tindakan tersebut, terutama karena video itu diduga disebarkan tanpa persetujuan pihak yang ada di dalamnya.
Dokter Tirta pun menyampaikan, sorotannya setelah video tersebut ramai diperbincangkan dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik digital.
"Saya ingin membantu speak up beberapa hal yang teman-teman harus ketahui. Yang pertama ada kejadian baru dari salah satu sosok owner media lokal brand dengan inisial BA yang kemarin di X menyebarkan video sex tape-nya dengan pacarnya,” kata dr Tirta melalui akun Instagramnya @dr.tirta, seperti dikutip pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam pernyataannya, Dokter Tirta menegaskan, persoalan utama dalam kasus ini bukan sekadar konten pribadi, melainkan dugaan penyebaran video yang dilakukan tanpa persetujuan atau consent.
Dia menjelaskan hal tersebut sebagai pelanggaran serius, baik secara etika maupun moral, terlebih dilakukan oleh figur yang memiliki posisi dan pengaruh di industri media.
"Dan video tersebut disebarkan tanpa consent dan viral setelah netizen melakukan tekanan," kata dr Tirta.
Lantas, siapa pemilik media local berinisial BA yang disinggug Dokter Tirta?
Baca Juga: LINK Nonton Live Streaming Persib vs Ratchaburi FC di ACL 2 Jam 19.15 WIB, KLIK DI SINI
Siapa Pemilik Media Berinisial BA?
Hingga kini, identitas lengkap pemilik media berinisial BA yang dimaksud belum diungkap secara resmi ke publik.
Dokter Tirta sendiri tidak menyebutkan nama atau media yang dimiliki oleh sosok tersebut.
Meski demikian, spekulasi dan pencarian identitas BA ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak warganet mempertanyakan siapa sosok di balik inisial tersebut dan bagaimana dampak kasus ini terhadap perusahaan atau media yang ia kelola.
Di sisi lain, Dokter Tirta menyebut bahwa BA telah memberikan klarifikasi dan menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.
"Mas BA ini akhirnya melakukan klarifikasi permintaan maaf dan siap bertanggung jawab atas konsekuensinya," ujarnya
Dalam penjelasannya, Dokter Tirta turut membandingkan respons BA dengan sikap owner lain yang sebelumnya terseret kasus serupa dan juga sempat viral, yakni sosok berinisial M yang belakangan diketahui publik sebagai Mohan Hazian.
Menurut Dokter Tirta, cara M memberikan klarifikasi dan menghadapi konsekuensi dinilai lebih bertanggung jawab, meskipun tindakannya tetap dianggap keliru.
"Buat mas owner M, itu contoh klarifikasi yang baik, setidaknya dia bertanggung jawab dan menerima konsekuensinya, terlepas tindakannya tuh sangat buruk dari Mas BA," imbuhnya.
Dokter Tirta juga menyoroti fakta bahwa, dua kasus besar tersebut terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
Baca Juga: Link Video Cukur Kumis Day 2 Viral di TikTok, Cuplikan Baru Bikin Publik Makin Penasaran
Dienyebut hal ini sebagai alarm serius bagi dunia industri kreatif dan brand lokal.
"Kejadian Mas M dan Mas BA itu adalah dua kejadian beruntun dalam waktu 48 jam di dunia industri lokal brand," ucap dr Tirta.
Menurutnya, kemunculan kasus serupa secara beruntun menunjukkan adanya persoalan sistemik yang belum terselesaikan, mulai dari budaya kerja, relasi kuasa, hingga lemahnya kontrol etika di internal industri.
Lebih jauh, Dokter Tirta menyayangkan sikap sebagian pelaku industri yang dinilai masih pasif dan cenderung diam melihat situasi tersebut.
Ia menilai, sikap ini justru memperparah citra dunia brand dan media lokal di mata publik.
"Tindakan ini mencerminkan bahwa di dunia brand lokal itu toxic, dan hal seperti ini tidak patut dilakukan karena tidak profesional," tandasnya.